<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941</id><updated>2012-02-16T14:18:53.662+08:00</updated><category term='share'/><category term='traveling'/><category term='wanna says'/><category term='coass'/><category term='ekspresi'/><category term='jalan-jalan'/><category term='InsPiRiNg'/><title type='text'>THe BriGHt SiDE Of Me</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>26</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-7141166233088563489</id><published>2011-12-14T17:01:00.002+08:00</published><updated>2011-12-14T17:11:56.171+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='jalan-jalan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='traveling'/><title type='text'>DiViNG @ BuNaKEn</title><content type='html'>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Mencoba hal-hal yang baru bagi ku adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Membawa banyak kejutan-kejutan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Yang nantinya memberikan pengalaman baru untuk bisa ku ceritakan.&amp;nbsp; Kau tahu kawan banyak hal di dunia ini yang sayang sekali untuk tidak kita coba, ato tempat2 indah yang seharusnya bisa kita tinggalkan jejak di sana. Belum lagi kuliner2 yang begitu menggoda selera. Mengenal budaya yang beraneka ragam yang mempesona. Itulah kawan yang selalu membuatku ingin bertualang, mengunjungi banyak tempat dan mencicipi berbagai makanan. sekaligus merealisasikan salah satu firman Allah SWT, &lt;i&gt;"&lt;/i&gt;Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung&lt;i&gt;" [QS 62: 10]&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Baiklah kawan kali ini aku ingin berbagi pengalaman baru ku, MENYELAM (DIVING). Sejak dulu aku sudah sangat2 penasaran dengan dunia bawah laut. Setiap kali melihat di TV program petualangan yang merekam tentang keindahan bawah laut selalu ada besitan di hati, suatu saat aku juga akan melakukannya. Nah November kemarin aku berkesempatan untuk melakukannya. Tepatnya tgl 13 November 2011 di Bunaken-Manado.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Berawal dari undangan seorang teman, dr. Fachrul Rizal Ayyub yang akan melangsungkan pernikahannya di tanggal yang spesial (11.11.11) dengan orang yang spesial juga tentunya bagi hatinya dr. Melisa Mawar lapepo. Maka saya bersama sahabatku Irwan, memutuskan untuk ke Manado, menghadiri undangan pernikahan + menjadi panitia tambahan segaligus membawa agenda terpendam, Diving at Bunaken.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Awalnya adalah konsep Backpacker dari nginap sampai mission complete. Tapi ternyata &amp;nbsp;Fachrul membuat semuanya menjadi lebih menyenangkan hotel dan akomodasi semua di tangkisnya. Hehehe.... setelah akad nikah yang bersahaja itu terlaksana di Bitung (kira-kira 2 jam naik bis dari kota manado) dan saya berperan sebagai fotografer dadakan yang berlagak profesional. perjalanan dilanjutkan ke kota Manado untuk menggelar acara Resepsi pernikahan yang elegan. Nah lagi-lagi aku pun berlagak seperti fotografer profesional –harus toh, ini namanya memperbaiki mindset kita (apapun peran mu maka kerjakan sebagaimana layaknya sang ahli)-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Besok paginya setelah semua acara pesta kelar, ternyata ada acara jalan-jalan bersama kedua keluarga besar mempelai. Ke Bunaken sodara! Waw..!! bisa gratisan lagi ini pikir kami. Makanya sejak dari pagi kami sudah bersiap-siap sangking semangatnya. sudah mulai menari-nari bayangan indahnya Bunaken. Nah ada hal yang tadinya membuat hari yang terasa begitu indah mendadak gelap diselimuti awan kesedihan. Setidaknya 2 peristiwa:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Pertama, Diving yang tertunda. Dari kota Manado jika kita ingin ke Bunaken harus nyebrang lagi pake Kapal yang kapasitasnya hanya untuk 15 orang (standart safetynya bede), ada beberapa tempat penyebarangan tapi yang umum itu di kawasan Mega Mas (lupa nama dermaganya). Biasa juga ada resort-resort yang punya paket-paket dan dermaganya sendiri. Manado kan berada di garis pantai jadi tidak Cuma satu tempat yang bisa digunakan untuk menyebrang. &amp;nbsp;Ada 3 kapal yang di sewa. Sy sempat mewawancarai nahkodanya kalo biaya sewanya itu adalah Rp.700.000 seharian. Dan perjalanan untuk sampai kawasan Bunaken memerlukan waktu 1 jam. Di kapal itu sudah ada pelampung untuk penumpangnya trus ada juga semacam box kaca yang ada di tengah-tengah kapal yang nantinya akan di turunkan untuk melihat pemandangan bawah laut bagi pengunjung yang tidak melakukan diving maupun snorkling. Nah mendung pertama itu adalah, ternyata kita ke Bunaken cm menikmatinya dari atas kapal lewat bantuan box kaca tadi. Nggak &amp;nbsp;ada agenda untuk nyebur, ato snorkling apalagi diving. Karena perjalanan akan dilanjut ke danau Tondano. Bleeeg... kecewa penumpang gang T_T. Langsung lemas deh, bagaimana tidak dari atas kapal sj terlihat indah, masa jauh-jauh ke sini nggak turun nyebur huhuhuhu.....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Setelah mendung pertama datang disusul mendung kedua, aku baru tersadar kalo alat-alat standar snorklingnya puang irwan terlupa di dermaga saat turun dari bus. Beuh... langsung deh perasaan ku tambah g enak, alat-alat itu kan mahal sejutaan lebih. Bah... di atas kapal menuju kembali ke dermaga terasa sangat lama. Berharap alat-alat itu sudah diamankan oleh pengelolah dermaga di sana. Benar-benar g sabar aku di atas kapal. Saat kapal sudah sandar paniklah aku mencari alat itu. Kesana-kemari bertanya dan kesimpulannya adalah, Hilang !! T_T. Tapi saya tetap meminta kepada pengelolanya untuk mencari2 sapa tau ada yang bawa lagi makanya saya minta no Hpx untuk saya hubungi besok pagi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Perjalanan hari itu menjadi sangat tidak menarik bagiku. Padahal perjalanan sedang dilanjutkan ke sungai Tondano. Pokoknya g usah di bahas deh, karena di mobil selama perjalanan sy cm banyak2 beristigfar berharap kalo alat itu bisa kembali. Karena sya pernah membaca sebuah hadis bahwa orang yang banyak2 beristigfar itu akan dimudahkan segalah urusannya. Juga dalam surah Nuh 10-12 Allah swt berfirman: &lt;/span&gt;&lt;span class="underline2" style="font-size: small;"&gt;&lt;span style="line-height: 115%;"&gt;"Mohonlah ampun (istighfar) kepada Robbmu. Sesungguhnya dia adalah Maha Pengampun. Niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untuknya kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai." &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Sambil banyak beristigfar sy pun selalu berprasangka baik pada Allah, dan berdoa kalo alat itu mungkin saja diambil orang tp &amp;nbsp;Allah Bisa kembalikan bagaimanapun caranya, semua itu tawwakal sj pada Allah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Malamnya di Hotel sy jd banyak diam, kecewa + rasa bersalah pun bercampur. Dan tadi di bus kita sudah mengagendakan tetap akan ke bunaken untuk diving, dan ternyata ada dua anggota keluarganya Rul yang juga mau ikut. Makanya kami pun berempat sepakat untuk pergi kembali ke Bunaken esok harinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Keesokan paginya saya masih penasaran dengan alat snorkling yang hilang itu. Dan ternyata kalo kemarin ada 2 hal yang membuat mendung hari ku, setidaknya pagi hari ini ada 2 hal yang membuat hari begitu indah rasanya seperti warna-warni di terumbu karang bunaken hehehe,,,,,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;1.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Alat snorkling yang tadinya hilang dan saya sudah pasrah bahkan sudah niat untuk nabung2 suatu saat gantikan dengan yang baru ternyata sudah ketemu. Horeee... hari ini divingnya bakalan lebih menyenangkan. Sepanjang perjalanan mengambil alat saya pun senyum sumringah sambil selalu mengucapkan syukur kepada Allah, selau berprasangka baik kawan. Allah itu sesuai dengan prasangka hambaNya. Dan terbukti kalo banyak2 beristigfar maka Allah akan mudahkan segala urusannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;2.&lt;span style="-moz-font-feature-settings: normal; -moz-font-language-override: normal; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size-adjust: none; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Yang membuat hari tambah cerah ceriah adalah ternyata keluarganya mas Rul yang ikut diving sama kami orangnya baik sekali. Kami jadi nginap gratis lagi di hotel, makan pun di traktir hihihihi. Makasih banyak bu Andi Mega n K’ Anchi... lagi2 harus banyak2 mengucapkan syukur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Awalnya kami bingung dimana bisa memakai jasa diving yang murah. Karena kemarin bertanya tentang sewa kapal saja untuk menyebarang 700 rb, belum sewa alat2nya. Makanya puang irwan berinisiatif menelpon temannya insruktur Diving di Makassar sapa tau ada relasinya di Manado, dan ternyata ada. Dan alhamdulillah dengan ongkos 750 rb untuk pemula dan 600 rb untuk yang sudah punya sim menyelam, petualangan pun dimulai. Penyedia jasa bagiku sangat profesional biaya yang keluar sudah termasuk antar jemput dari hotel, makan siang dan snack, sewa alat2 diving, biaya instruktur yg nemenen saat diving, transportasi ke bunaken dengan kapal yang lumayan nyaman dan&amp;nbsp; kami berkesempatan untuk turun di 3 spot diving berbeda selama sejam di tiap spot diving. Kata Irwan ini termasuk murah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Kapal. Kapal yang digunakan untuk menyebarang cukup nyaman. Dengan menggunakan 3 mesin jhonson. Kapal bisa melaju dengan cepat kurang lebih 45 menit sudah bisa sampai ke Bunaken. Tempat duduknya nyaman, wcnya juga bersih, ada juga segentong air tawar untuk membilas badan kita setelah menyelam.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Peralatan standar menyelam. Barusan hari itu saya berkenalan dengan alat2 senam, eh salah alat2 selam hehehe... ada mask, snorkling, boots, spins, regulator, &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Spot 1. Adalah daerah dimana banyak terumbu karangnya, termasuk daerah yang dangkal saja. Disini kami diajar secara kilat tentang alat yang kami gunakan u diving. Setelah mulai terbiasa dan menguasai sedikit maka mulai melakukan penyelaman 2-4 m. Kami diberitau tentang beberapa isyarat tangan ketika menyelam, (ok. Trouble. Up. Down). Spot Di sini banyak sekali menjumpai ikan2 yang indah2 terutama jenis nemo, byk juga terumbu karang yang berwarna-warni. Sensasi sungguh luar biasa, ada perasaan khawatir kalo2 ada apa2, mask yg kemasukan air kah, telinga sakit lah, ato bermasalah dengan alat pernapasan. Tapi smua itu agak terusir dengan indahnya pemandangan bawah laut yang sungguh baru pertama kali aku menyaksikannya secara langsung. Setelah hampir sejaman di dalam air, akhirnya kami naik, spot pertama done.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Spot 2. &amp;nbsp;Nah di spot kedua ini kita berpindah kurang lebih 30 menit dari spot pertama. Di daerah yang lebih dalam, terlihat jelas palung lautnya. Di sini kalo beruntung kita bisa melihat penyu yang anggun itu. Tapi sayang di sini saya sangat tidak menikmatinya. Mungkin karena ada sedikit takabbur dalam hati kalo saya sudah bisa menguasai alat2 selam. Pas turun dari kapal dengan gaya mirip salto ke belakang selalu saja saya bermasalah dengan alat2 ku. Jadinya selalu saja saya mau naik di permukaan. Wah... cepat sadar dan banyak2 istigfar. Sebenarnya saya g bermaksud sombong sih, cm memperbaiki maindset saja kalo saya sudah bisa menguasai alat2 ini. Menyesuaikan diri dengannya. Tapi mungkin juga karena kaget pas turun langsung lihat daerah yang dalam, ketemu palung laut. Hahaha... langsung kebayang monster laut dan hal2 mengerikan lainnya :D. Jadilah di tempat ini saya hanya 30 menit di aiir dan sungguh tidak menikmatinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small; line-height: 115%;"&gt;Spot 3. Spot terakhir adalah di dekat pesisir. Dekat dengan tempat kita memulai perjalanan. Kalo dua spot sebelumnya kita menemukan terumbu karang di sini kita di daerah yang berpasir. Di sini saya sangat menikmatinya. Bisa liat kuda laut. Ikan pari. Dan beberapa spesies lain yang sudah saya lupa hehehe. Kedalaman menyelam pun mencapai 10 m. Dan alhamdulillah saya tidak menemukan troubel seperti di spot ke 2. Walaupun perasaan was-was masih saja ada. Dan di situ mi sensasinya kawan, ketika kita berusaha untuk melawan kepanikan dan ketakutan yang selalu saja coba melemahkan kita, hanya dengan tenang dan yakin kalo kita bisa. Semuanya akan baik-baik saja. All is well!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Itulah kawan sedikit cerita ku. Dan satu hal lagi yang ingin saya sampaikan kawan, dengan seringnya kita melakukan perjalan atau safar maka akan semakin kita mengerti sebuah hadist Rosulullah saw. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: small;"&gt;Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘anhu, beliau berkata :“Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa salam pernah bersabda : &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Jadilah engkau di dunia seperti seorang asing atau musafir”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;. Kemudian Ibnu Umar melanjutkan, &lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;“Jika engkau berada di sore hari jangan menunggu datangnya pagi dan jika engkau berada di waktu pagi, jangan menunggu datangnya sore. Pergunakanlah masa sehatmu sebelum sakit dan masa hidupmu sebelum mati.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Calibri&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-style: normal;"&gt;Begitulah kawan seorang musafir itu akan sangat terasa betapa waktunya hanyalah sebentar saja, dan begitu cepat berlalu. Begitupun orang yang asing, dia akan selalu berhati-hati, waspada dan penuh perhitungan. Tidak akan dia sia-siakan waktunya untuk hal-hal yang tidak berguna. Fokus dia pada apa yang dia cari. Maka teruslah berjalan kawan, smoga selalu menemukan hikmah yang semakin membesarkan jiwa....&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/-z1VxaOA6Ndc/Tuhlh1mAMgI/AAAAAAAAAHU/lfhLq1vPtwE/s1600/combine.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://1.bp.blogspot.com/-z1VxaOA6Ndc/Tuhlh1mAMgI/AAAAAAAAAHU/lfhLq1vPtwE/s320/combine.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-7141166233088563489?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/7141166233088563489/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=7141166233088563489' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7141166233088563489'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7141166233088563489'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2011/12/diving-bunaken.html' title='DiViNG @ BuNaKEn'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/-z1VxaOA6Ndc/Tuhlh1mAMgI/AAAAAAAAAHU/lfhLq1vPtwE/s72-c/combine.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-5668909474040803820</id><published>2011-12-13T16:17:00.001+08:00</published><updated>2011-12-13T16:22:23.524+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>CemBurU</title><content type='html'>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/-iK8ax_8VvQI/TucI0NxJibI/AAAAAAAAAHM/RrIIIo0S3dk/s1600/jealousy+5.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="255" src="http://3.bp.blogspot.com/-iK8ax_8VvQI/TucI0NxJibI/AAAAAAAAAHM/RrIIIo0S3dk/s320/jealousy+5.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;cemburu. ya cemburu. setelah ku pikir-pikir&lt;br /&gt;coba ku yakinkan lagi, ternyata memang iya&lt;br /&gt;&lt;div style="tab-stops: 359.05pt;"&gt;cemburu sedang merajai hatiku&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;rasanya menyesakkan dada, &lt;br /&gt;napas terasa cepat seperti baru selamat dari maut&lt;br /&gt;kepala terasa mau &amp;nbsp;pecah&lt;br /&gt;tapi kali ini aku bisa menguasai diriku&lt;br /&gt;terlihat tampak biasa tapi ternyata &lt;br /&gt;ada sesuatu yang tidak biasa bermain-main&lt;br /&gt;di dalam hati, dan aku sunggu membencinya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kata orang cinta tak harus memiliki&lt;br /&gt;mungkin iya jika kita masih sendiri,&lt;br /&gt;tapi lain ceritanya jika kita sudah menikah&lt;br /&gt;tidak ada cinta yang lain, smuanya harus pada dia&lt;br /&gt;dia yang telah kau ambil sumpahnya di hadapan Allah&lt;br /&gt;untuk &amp;nbsp;kau &amp;nbsp;jadikan istri&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disitulah beratnya kawan, aku masih sendiri&lt;br /&gt;dan di sini aku melihatnya sedih,&lt;br /&gt;kemudian seseorang datang menghapus air matanya&lt;br /&gt;membuatnya tertawa, aku senang melihatnya bahagia,&lt;br /&gt;tapi ada sebagian hatiku yang terluka kenapa bukan aku&lt;br /&gt;bukan aku yang membuat senyum indah &amp;nbsp;itu mengembang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;matanya yang tadinya sembab bersimbah kesedihan &lt;br /&gt;kini terhapus sudah dengan &amp;nbsp;tatapan penuh cinta dan kasih&lt;br /&gt;aku senang, tapi aku juga sedih kenapa tatapan itu bukan untuk ku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku cemburu. aku cemburu. benar-benar cemburu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-5668909474040803820?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/5668909474040803820/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=5668909474040803820' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5668909474040803820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5668909474040803820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2011/12/cemburu.html' title='CemBurU'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/-iK8ax_8VvQI/TucI0NxJibI/AAAAAAAAAHM/RrIIIo0S3dk/s72-c/jealousy+5.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-6862580383264137716</id><published>2011-10-31T11:34:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T16:51:01.521+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>StAsioN KeNAngAn</title><content type='html'>Kawan, apakah pernah dirimu sedang berjalan-jalan, di mall misalnya, melewati sebuah tempat dan tiba-tiba saja kau seolah kembali ke suatu masa yang mengingatkan mu akan sebuah momen di tempat itu? Atau saat kau sedang makan sesuatu dan seketika itu terbayang seseorang yang senang sekali dengan makanan yang sedang kau makan. Atau misalnya perihal warna yang mengingatkan mu pada seseorang, karena dia sangat identik dengan warna itu. Warna hijau misalnya :D. Atau temanmu yang suka mengoleksi pajangan berbentuk lumba-lumba, jika melihat yang seperti itu tidakkah kau ingat padanya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah dia kawan hal yang mungkin saja sebagai ‘tombol’ kenangan yang tersemat pada mu. Yang sewaktu-waktu tanpa kau sadari membawa mu kembali dalam ruang kenangan. Ia boleh jadi sepele tapi telah menjadi bagian yang susah untuk dilupakan begitu saja.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Pernah kau dengar jejak kenangan kebaikan yang begitu membekas erat melekat di setiap tempat yang pernah disinggahinya??? Membuat orang yang bertemunya selalu mengenangnya? Tiba-tiba aku teringat seorang relawan dari Turki ketika gempa dan tsunami di Aceh, dia bergabung bersama kami relawan PKPU dan BSMI untuk menyalurkan bantuaan dari organisasi muslim di Turki secara langsung. Setiap melihat buah rambutan, biasa aku langsung teringat padanya. Waktu itu sedang istirahat, datang seorang teman membawa sekantong rambutan, disaat itu ketika yang lain seperti berebutan rambutan takut kehabisan apalagi rambutan aceh yang besar dan manis itu, dia dengan santainya membuka kulit rambutan kemudian menyerahkan ke orang yg disamping kirinya kemudian mengupas lagi lalu menyerahkan ke orang yg disamping kanannya dan barulah dia mengupas rambutan untuk dia makan. Dannn … melihat itu sepertinya banyak yang sedikit tersentak karena malu dan tiba2 saja suasana yang tadinya pake gerakan cepat menjadi sedikit lambat dan lebih terkontrol hehehe….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga tentang seorang coas yang mengantarkan undangan pernikahannya di rumah sakit. Setelah dia pergi, beberapa perawat senior bercerita tentangnya dan semua tentang perangainya yang baik, yang sepertinya telah meninggalkan kesan di hati mereka. Walau pun tak pernah satu bagian, dengan coas itu tp telah ku ketahui dia dari jejak kebaikan yg ditinggalkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalo kisah berikut mungkin sedikit mellow, tentang Umar Tilmisani, pemimpin ketiga Al-Ikhwanul Al-Muslimun, ketika itu beliau diundang menghadiri acara ifthar (buka puasa) di daerah Iskandaria oleh para ikhwan. Mereka telah menyiapkan hidangan berbuka. Didalamnya dihidangkan jus mangga. Salah seorang ikhwan menbawa segelas jus mangga kepada Umar Tilmisani. Tiba-tiba saja wajah Umar Tilmisani berubah pucat. Ia pun menolak pemberian jus mangga itu. “apakah ada alasan kesehatan, sehingga Ustad dilarang minum jus mangga?” Tanya seorang ikhwan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, tidak. Jazakallahu khairan katsira. Tidak ada larangan minum jus mangga untuk ku.” Kata Umar Tilmisani, sambil tetap menyimpan kesedihannya. Usai acara, salah seorang ikhwan kembali bertanya, kenapa ia meolak meminum jus tersebut. Dengan menahan kesedihan, Umar Tilmisani bertutur. Kata-katanya pelan dan menyimpan kesenduan. “saya biasa pulang kerja agak terlambat dan saya dapati istri saya telah lama menanti. Biasanya, meja dihadapannya telah tersedia dua gelas jus mangga. Kami lalu menikmati bersama-sama.” Umar terdiam sejenak., lalu ia kembali bertutur, “Setelah istriku meninggal, berat sekali bagi ku minum jus mangga tanpa dia.” (seperti dituturkan oleh Muhammad Abdul Halim Hamid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang lebih dasyat tentunya tentang Rosulullah saw yang setiap tindakannya mengukir kenangan di hati sahabatnya. Suatu ketika dalam sebuah perjalanan seorang sahabat berhenti di suatu tempat dan duduk diatas sebuah batu. Kemudian sahabatnya yang lain bertanya kenapa dia melakukan itu, dia pun berkata dulu Rosulullah lewat di tempat ini dan duduk diatas batu ini sebagimana diriku sekarang ini. Aku melakukannya karena mencintai beliau. Dan yang paling syahdu adalah tentang Bilal bin rabah sang muadzin Rosulullah. Kau tau kan kisahnya, yang beliau sepeninggal Rosulullah, rasa-rasanya tidak sanggup menyelesaikan azannya karena semua kenangan bersama Rosulullah membawa kerinduan yang sangat dan sungguh berat rasanya tidak berada di samping orang yang sangat dicintai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan kenangan orang terhadap kita tentu akan senada dengan kebaikan yang kita lakukan atau lewat karya-karya yang kau lahirkan. Seperti Hasan al Banna, semangat dan fikrah dakwahnya terus tumbuh walaupun dia telah lama dipanggil Tuhannya. Atau ulama2 besar lainnya yang masih kita kenang karna karya-karyanya yang dengan itu amalan jariahnya terus mengalir hingga batas waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmm... ini mi mungkin di' yang membuat kenapa mereka yang sedang kasmaran dan sedang berbunga-bunga hatinya karena tersemat cinta di hatinya, senang bepergian bersama. Karena mereka sedang membuat stasion kenangannya. Itulah sebabnya mungkin mereka yang putus cintanya (kayak layangan saja hehehe…), selalu merasa sakit. Salah satu sebabnya karena setiap kali pasti akan terkenang tentang apa yang sudah mereka ciptakan. Kalo sudah begitu maka akan banyak tombol kenangan yang membuat mereka kembali ke masa lalu dengan "mantannya' bahkan mungkin masih tetap mengingatnya walau telah bersuami atau beristri dengan orang lain. Pernah makan berdua disana, menunggu hujan reda di bawah sini, atau berebut biji durian terakhir (hehehehe…)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata pepatah lama, gajah mati meninggalkan gading, manusia mati meninggalkan nama. Nama yang selalu dikenang ada 2 karena kebaikan-kebaaikannya dan nama yang dikenang dengan penuh kebencian karena kejahatan yang dia lakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada mu kawan, ada kah stasion kenangan ku pada mu? ^_^&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-6862580383264137716?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/6862580383264137716/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=6862580383264137716' title='8 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6862580383264137716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6862580383264137716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2011/10/stasion-kenangan.html' title='StAsioN KeNAngAn'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-26736264606667407</id><published>2011-10-31T11:33:00.003+08:00</published><updated>2011-10-31T16:51:31.992+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>NaNTi SaJa</title><content type='html'>&lt;div class="mbl notesBlogText clearfix"&gt;&lt;div&gt;Aku tidak tau ingin  bercerita pada siapa. Tapi karena kau ada di situ biarlah aku bercerita  saja padamu. Semoga saja kau mau mendengarkannya. Karena hari ini aku  pengen sekali bcerita. Ini tentang seseorang, kau mgkn tidak  mengenalnya. Dia berjalan dengan pakaian yang  sudah lusuh, wajahnya  sayu penuh debu. Menempel disana-sini. Kalo kau pernah lihat di tv,  pengungsi yang kena debu merapi, seperti itu lah rupa lelaki itu. Hampir  seluruh tubuhnya tertutup debu. Dia sudah berulang kali diingatkan oleh  temannya. "Boy! kenapa pula tampang kau macam tu? tak seronak lah  dipandang mata". "Oh iya di'. maafkan ka. sebenarnya ku tau ji diriku  kotor begini. NANTI paeng ku kasih bersih kawan. kau tenang saja!"  jawabnya dengan wajah serius dan suara yang sengaja di buat pelan biar  terdengar kalo dia sudah terpengaruh kata temannya tadi.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki  itu sadar akan dirinya. beberapa kali berpapasan dia dengan  banyangannya di cermin dan mengamati dirinya dengan lamat2. "debu ini  kemarin2 hanya menempel sedikit saja. Aku memang selalu berkata NANTI  untuk membersihkannya. Tak sangka aku debunya sudah tebal begini dan  menempel erat, seperti sudah menyatu dengan kulitku.” Dia pun tiba2  bersemangat mengambil peralatan untuk bersih2. "kali ini aku harus  hilangkan semua debu itu" batinnya penuh tekad membaja. sepertinya tak  ada lagi yang bisa menghalanginya untuk berubah. pakaian bersih, sabun  mandi, sampo, sikat gigi, timba air, handuk semua sudah dia siapkan.  Tapi ternyata airnya sisa sedikit. dia harus mengambilnya dengan susah  payah jauh di hulu sungai jika ingin mandi. Semangatnya yang tadi sempat  membara kiniseolah menguap entah kemana. “sungainya kan jauh, berlumpur  pula jalannya, ah NANTI saja deh.” Akhirnya lelaki itu pun berkemas2  tidak jadi membersihkan badannya. betah dia dengan debu yang menepel  itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita akhiri saja dulu ceritanya sampai disitu kawan.  Semoga sudah kau tangkap maksudnya. Jangan pedulikan orang itu apalagi  di contoh. Mungkin aku termasuk sama dengan lelaki itu yang sering  sekali bahkan suka dengan kata NANTI. Pekerjaan yang harusnya bisa  diselesaikan saat itu jadi nya ditunda karena kata2 NANTI. Akhirnya  biasa seperti diburu waktu dan melilit kita sehingga sulit bernapas.  Kawan ada nasehat dari om Mario Teguh, cara terbaik untuk memperpanjang  waktu, bukanlah mengulur batas waktu, tetapi menyegerakan waktu mulai.  Semakin segera aku memulai, akan semakin panjang waktuku, dan dengannya  semakin banyak yang dapat kuselesaikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentang debu itu  kawan, sering2 lah ‘bercermin’ ada banyak debu yang harus kita bersihkan  dari diri kita. Sebagian besar mungkin harus dengan ‘paksaan’.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-26736264606667407?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/26736264606667407/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=26736264606667407' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/26736264606667407'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/26736264606667407'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2011/10/nanti-saja.html' title='NaNTi SaJa'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-7982280114578287216</id><published>2011-10-31T11:30:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T16:52:15.614+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coass'/><title type='text'>SeNyUm KeBAnGGaAn</title><content type='html'>Stase obgyn di RS.WS bagi sebagian coas terasa membosankan. Mungkin  karena yang dihadapi adalah kasus-kasus ginekologi + patologis yang  kompetensinya memang untuk dr.SpOG. Saya termasuk dari salah satu coas  yang merasa seperti itu. Perasaan bosan itu muncul mungkin karena kurang  mengerti atau jarang membaca bahkan tidak tahu sama sekali tentang  kasus yang dihadapi. Seperti Mengawasi pasien yang sedang  dikemoterapi,  penanganan tumor ovarium, ca.ovarium, tumor uterus, kista ovarium, dll,  jadinya apa yang dikerja sepertinya tidak menggairahkan (cie…).  Kata  temanku seperti kerja bodo”, capek ji. Beda kalo di RS lain banyak kasus  yang kompetensinya memang dokter umum. Tolong persalinan, jahit robekan  perineum, abortus, hiperemis gravidarum, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini di  RS.WS, cerita tentang seorang ibu yang sedang sakit. Kalo g salah  sakitnya adalah ca.endometrium. Waktu itu saya lihat di statusnya sudah  perawatan hari ke XV berarti kurang lebih sudah setengah bulan dia  dirawat. Sy bertugas untuk mengambil darahnya untuk pemeriksaan  rutinnya. Sempat kaget karena sepertinya sudah g ada lagi tempat untuk  ku mengambil darahnya. Sudah kolaps dimana-mana. Berat!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepertinya  ibu ini sudah frustasi. 3 hari ini katanya selalu ditusuk tp tidak  berhasil diambil darahnya. Ndak mau mi ditusuk lagi. Saya sempat segan,  mau menyerah tapi akhirnya ku beranikan diri untuk mencoba sekali lagi.  Dan……, seperti beberapa bidan dan teman koas 2 hari sebelumnya saya pun  tidak bisa mengambil darahnya untuk di periksa. Gagal. Akhirnya  menghubungi petugas lab yang sudah seharusnya menjadi tugasnya.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Nah  waktu itu ibu ini sedang ditemani oleh anak laki-lakinya. Saya sempat  melihat sebuah fragmen yang mebuatku kembali berdoa dalam hati. Semoga  saya tidak menjadi anak yang tanpa sadar atau pun sengaja menyinggung  atau sampai menyakiti hati dan perasaan mamaku hanya karena sikapku.&lt;br /&gt;Ibu  ini mengeluh kesakitan, merengek kepada anaknya untuk sekedar  melihatnya dari dekat. Mungkin ingin dielus-elus biar sakitnya bisa dia  tahan. Tapi anaknya cuek saja, asyik dengan hapenya dan terkesan  malas-malasan walaupun akhirnya menghampiri ibunya karena rengekannya  semakin keras. Mungin malu dilihat sama pasien lain. “nak, sini ko dulu  kodong. Mama sakit sekali ini” begitu kurang lebih rengekan ibunya.&lt;br /&gt;Tiba-tiba  saya jadi teringat perkataan seorang ibu waktu saya stase di pediatric  (anak) dulu. “kalo anak ta sakit sepertinya kita ibu n bapaknya juga  ikut sakit. Kalo bisa sakitnya dipindah biar semua  kami tanggung asal  anak kami bisa tersenyum lagi”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga sy pernah dengar  orang bilang, “Seorang ibu merawat anaknya dengan harapan supaya anaknya  bisa hidup. Tapi kebanyakan anak jika merawat orang tuanya yang sudah  rentah, sakitlagi, mungkin saja berharap supaya kerepotannya segera  berakhir dengan berakhirnya hidup orangtuanya. Sudah tua sudah pantas  lah dipanggil sang Khalik”. Naudzubillah… semoga kita tidak termasuk  seperti itu kawan.&lt;br /&gt;Saya juga langsung teringat sebuah  fragmen yang kontras dengan fragmen yang tadi, kali ini juga tentang  seorang anak laki-laki yang merawat ibunya di saat2 terakhir. Waktu itu  di penyakit dalam. Hampir sepanjang hari  dia di samping ibunya.  Sesekali melap badan ibunya biar bersih. Membisikkan doa-doa. Bahkan  bercerita seolah ibunya mendengarnya. Menangis ketika melihat ibunya  kesakitan. Bahkan saya tau kalo anaknya sudah mendonorkan darahnya  melebihi batas yang sudah ditentukan karena waktu itu sudah tidak ada  lagi pendonor darahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang kita tanpa sadar  memperlakukan orang tua kita dengan tidak pantas. Coba kau ingat2 lagi  kawan masa kecilmu, ketika kau sedang sakit. Bagaimana paniknya ibu dan  bapakmu. Masih kah kau ingat itu kawan. Saya masih sangat mengingatnya.  Dulu waktu  masih sd, hamper tiap tahun ke Jakarta untuk berobat. Kalo  datang sakit ku, hamper semalam batuk dan bapak menggendongku semalaman.  Gejala Paru-paru basah kata dokter. Pernah juga kelas 5 SD saya kena  diare berat sampai pingsan ketika mau ke rs, Dehidrasi berat. Ah..  betapa panic ibuku ku lihat setelah aku sadar. Menangis terus memastikan  anaknya ini tidak kenapa-kenapa. Bahkan sampe sekarang kalo tau anaknya  sedang sakit di sini. tak berhenti menelpon menanyakan kabar, sudah  lebih baikan belum anaknya ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi tua itu sudah  sunatullah jika diberi umur panjang oleh Allah SWT. Menjadi tua sangat  rentan dengan penyakit karena semua fungsi organ dalam tubuh mulai aus  ditelan waktu. Jangan sampai tubuh n jasad yang rentah itu harus  menanggung sakit ditambah lagi sakit hatinya karena kelakuan anaknya  yang tidak memperdulikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum  kebanggaan penuh rasa syukur dibalut doa-doa indah untuk mu, sudahkah terbit diwajahnya lantaran dirimu kawan???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;coas obgyn&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-7982280114578287216?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/7982280114578287216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=7982280114578287216' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7982280114578287216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7982280114578287216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2011/10/senyum-kebanggaan.html' title='SeNyUm KeBAnGGaAn'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-1567332914249991992</id><published>2011-10-31T11:28:00.003+08:00</published><updated>2011-10-31T16:52:30.494+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coass'/><title type='text'>SeKeLeBAt TenTAng PerEMpuAn</title><content type='html'>Sebelumnya aku beranggapan bahwa kenapa perempuan itu selalu perlu  dihargai, disayang, dijaga perasaannya hanya karena kelemahannya. lemah  dari segi fisiknya dibandingkan lelaki. Karena sering ku dengar orang  berkata yang senada, 'kasih ko itu tempat duduk mu. Masa nu liati ji  perempuan berdiri. malu donk'. ato 'eh adek kau mo yang angkat itu  barang2 nah. masa perempuan kodong yang angkat’. dsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit  tercerahkan ketika membaca beberapa siroh. Betapa dulu sejak zaman  sebelum masehi dan ketika waktu melintasi beberapa peradaban yang  memimpin dunia, perempuan hanyalah dijadikan sebagai rebutan dan tak  lebih dari barang hiburan. Puncaknya adalah di zaman kejahilian sebelum  kenabian Muhammad saw itu menerangi dunia. Di zaman itu orang malu  mempunyai anak perempuan,  jika mendengar kabar kelahiran anaknya adalah  perempuan, maka merah bermuram durjalah wajahnya. Dan bahkan ada yang  sampai mengubur hidup2 anaknya sangking malu dirinya. Ketika perempuan  itu datang masa2 haidnya mereka diasingkan jauh di luar perkampungan  karena dianggap najis. Tapi ketika islam datang maka perempuan pun  dimuliakan. Dipagari dengan aturan syariat agar kemuliaannya tetap  terjaga. Dimuliakan karena betapa berat tugas yang diemban oleh seorang  perempuan. Perempuan-perempuan mulia yang mendampingi lelaki luar biasa  yang sekarang ini kehadirannya di rindukan dunia.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara  tugas berat itu adalah menjadi ibu bagi anak-anaknya. seorang yang akan  mempersiapkan, mendidik, menuntun generasi baru untuk menjadi generasi  rabbani. Tidak hanya itu seorang ibu juga berperan mendampingi suaminya  untuk tetap kuat mengarungi samudra dunia, mengingatkan nahkoda rumah  tangganya untuk berada dalam jalur yang benar, menguatkan saat badai  menghadang dan menentramkan dikala kabut melanda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan jika  kau bisa membayangkan dan melihat sedikit saja bagaimana dan betapa  susahnya seorang perempuan itu mulai dari awal; kehamilan sampai  melahirkan kemudian merawat dan menjaga anaknya tumbuh berkembang  mungkin kau akan semakin bisa mengerti sesuatu jawaban. Jawaban yang  mungkin tak perlu kau uraikan secara panjang lebar lagi. Karena jika kau  mau sedikit merenungi tentang ini maka kau tidak akan perlu lagi  bertanya kenapa perempuan itu harus diperlakukan dengan baik....&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;﻿&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;coas obgyn&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-1567332914249991992?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/1567332914249991992/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=1567332914249991992' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/1567332914249991992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/1567332914249991992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2011/10/sekelebat-tentang-perempuan.html' title='SeKeLeBAt TenTAng PerEMpuAn'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-5483810614441314574</id><published>2011-05-21T09:43:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T16:52:53.543+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>DatAng KepadA Ku</title><content type='html'>Hidup ini penuh dengan fitnah&lt;br /&gt;Fitnah yang datang dari arah mana saja&lt;br /&gt;Datangnya tak henti-henti&lt;br /&gt;Dari keluar rumah sampai kembali ke rumah&lt;br /&gt;Tak pernah lepas kita dari fitnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fitnah yang banyak berujung pada dosa&lt;br /&gt;Orang tak malu lagi melakukan dosa&lt;br /&gt;Karena dosa telah menjadi sesuatu yang biasa di lihat&lt;br /&gt;Karena telah banyak orang yang melakukannya&lt;br /&gt;Atau karena kita mulai akrab dengannya, nauzubillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Sebuah dosa yang sekarang dianggap sepele&lt;br /&gt;Dahulu dirasa seberat gunung yang menimpa&lt;br /&gt;Kini tanpa beban orang melakukannya&lt;br /&gt;Dulu hampir mati ketakutan orang&lt;br /&gt;ketika sadar telah melakukan dosa&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Terlihat jauh seperti purnama, indah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Ketika mendekat, kau lihat purnama tak seindah itu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Permukaan tak rata, banyak kawah, gelap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Tidak ada kehidupan disana *&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu ingin terlihat sempurna di mata orang&lt;br /&gt;Tapi dalam kesendirian kita bermaksiat&lt;br /&gt;Kita malu bermaksiat jika disana ada orang lain&lt;br /&gt;Apalagi dia seorang yang kita hormati atau dicintai&lt;br /&gt;Duduk saja kita yang sopan, bertutur pun santun&lt;br /&gt;Tak mau sedikitpun salah dimatanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pernah kah kita malu kepada Allah&lt;br /&gt;Dzat paling mulia yang harusnya paling kita muliakan dan cintai&lt;br /&gt;Yang maha melihat segala aktivitas kita&lt;br /&gt;Tak luput sedikit pun…!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hambaku  menyembunyikan kemaksiatan kepada makhluk&lt;br /&gt;Tetapi dia Datang kepadaKU dengan maksiat secara terang-terangan…&lt;br /&gt;Allah tetapkan kami dalam ketaatan kepadaMU....&lt;br /&gt;lindungi kami dari lemahnya iman dan kemunafikan&lt;br /&gt;Astagfirullah al’adziim…&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;(*ojhi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-5483810614441314574?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/5483810614441314574/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=5483810614441314574' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5483810614441314574'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5483810614441314574'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2011/05/datang-kepada-ku.html' title='DatAng KepadA Ku'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-3603979154225810241</id><published>2010-07-20T23:37:00.002+08:00</published><updated>2011-10-31T16:53:13.387+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>CurHaT AdeK</title><content type='html'>kemarin ada seorang adek yang curhat tentang keadaan dirinya. bukan kemarin pale, tapi 2 tahun lalu kayaknya (hehehe..). ow.. sedang dilanda nestapa katanya. rupanya sedang kasmaran dirinya. tidak bukan dia. tapi ada seseorang temannya yang menaruh hati padanya. aku tahu pandangan adek ini tentang pacaran. dia temasuk orang orang yang mau menjaga kesucian hatinya untuk diberikan kepada seseorang yang nanti kelak  digelarinya istri. cinta yang tidak ingin diberikannya untuk sesuatu yang semu, yang hanya mengejar kepuasan sementara saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;tapi kegalauan itu sedang menghampirinya. kenapa begitu? ternyata si bunga yang sedang mempesona sang kumbang ini adalah bunga yang memang begitu menawan hati siapa yang melihatnya. maka tak heran kalo dia menjadi hiasan terindah di sekolahnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siapa yang tidak bangga neh kalo ada bunga yang begitu diinginkan banyak kumbang, eh... tiba2 saja dia menolak semuanya dan hanya membolehkan satu nama, dirimu. Maka benteng pertahanannya pun hampir2 saja roboh. Galau hatinya. Gelisah menyelimuti hari2nya. Yah.. wajarlah jiwa muda. Sedang pada masa2 berapi-api. Termasuk soal urusan perasaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajarlah sang adek pun merasa ternyata dirinya sedang jatuh cinta. Kenapa bisa? karena semua tanda2 cinta itu sedang ada pada dirinya. Berdebar jantungnya jika bertemu, walau tak saling menyapa tapi rasa-rasanya hati mereka sudah salaing menyapa, ada detak2 yang semakin kencang seperti memainkan nada yang indah. Gambaran wajahnya seperti sudah terpasang di dinding2 jiwa, tak bisa hilang, selalu menemani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku Cuma bilang padanya, Alhamdulillah kalo kamu masih tersadar, bahwa segala rasa mu itu adalah sesuatu yang wajar. Wajar sekali. Kita tidak dilarang untuk mencintai lawan jenis. Malah kita disuruh untuk mencintai secara sempurna, “wahai pemuda menikahlah”, “barang siapa yang tidak menyukai sunnah ku maka dia bukan dari ummat ku” begitu kata Rosulullah. Nah apakah kamu sudah yakin akan bisa mencintai dengan sempurna dan dengan penuh tanggung jawab? Kalo iya, silahkan maju. Dan ucapkan janjimu dengan ijab qabul yang mulia itu. Jika hati mu masih ragu maka janganlah kau terbawa oleh perasaan mu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak kah kau tau, bahwa rasa yang sedang menyelimuti mu itu tekadang begitu berlebihan, membuat semuanya serba salah. Kau terbawa olehnya sehingga seperti sedang berada dalam kesulitan yang sangat. Tapi percayalah pada ku adek, cobalah untuk berfikir simple, just like another day before you in this case. Make it simple boy! Cos suatu saat nanti kau akan sadar dan mungkin menertawakan diri mu sendiri. “ah harusnya aku tak se lebay ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata dalam situasi seperti dirimu sekarang itu kita terkadang terlalu mengandalkan perasaan, padahal biasa saja dan seharusnya kamu bisa menyelesaikannnya dengan sangat mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adek… silahkan belajar tentang rasa mu ini, mohon pada Allah untuk diberikan kekuatan dan petunjuk untuk bisa memilih yang terbaik. Kau tahu adek…. Kau akan tau bedanya jika kau sudah melewatinya…. Dan siap2lah untuk tersenyum-senyum, karena mungkin saja ada hal2 ‘bodoh’ yang kau lakukan ketika lagi ‘lebay-lebay’ nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;:p -iseng2, saat sedang buntu kerja referat ku- &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-3603979154225810241?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/3603979154225810241/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=3603979154225810241' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/3603979154225810241'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/3603979154225810241'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/07/curhat-adek.html' title='CurHaT AdeK'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-866147649670741940</id><published>2010-06-24T12:42:00.006+08:00</published><updated>2011-10-31T16:53:32.814+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>SamPai BiLa-bilA</title><content type='html'>seperti bumi dan langit, itu lah kita&lt;br /&gt;katamu kala itu sambil berlalu, pergi&lt;br /&gt;ingin mengakhiri apa yang sempat terajut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anggap saja kita tidak pernah bertemu , lupakan aku!&lt;br /&gt;katamu kala itu,  menegaskan kembali&lt;br /&gt;kau dan aku lebih baik berpisah saja!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;aku hanya diam tertunduk, lidahku keluh tak mampu berkata&lt;br /&gt;isak ku tak tertahan, mencobah menyusun kembali&lt;br /&gt;keping-keping hati yang baru saja kau hancukan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidakkah kau tahu..?!!&lt;br /&gt;walau bumi dan langit begitu jauh terpisah&lt;br /&gt;bukankah keduanya saling berpadu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;langit memberi air pada bumi lewat hujannya&lt;br /&gt;dan bumi pun juga memberi air pada langit &lt;br /&gt;dan kau lihat kan, perpaduan yang banyak memberi kehidupan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tak bisa kau lihat keindahan bumi kecuali dari mata langit&lt;br /&gt;sebagaimana keindahan langit baru  akan tampak dari mata bumi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lupakan katamu? Bagaimana bisa aku melakukannya&lt;br /&gt;melupakan dirimu yang aku cinta&lt;br /&gt;bukan sejak kemarin ato beberapa tahun lalu, tapi sejak dulu lama sekali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hati ini telah penuh dengan rasa cinta padamu, sampai kerelung-relungnya&lt;br /&gt;mungkin dihatimu aku sudah tak ada, tapi di sini&lt;br /&gt;di hati ku, kau akan selalu ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sampai bila-bila, rasa ku tak kan berubah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(untuk sebuah rasa yang kulihat dan coba ku tebak)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-866147649670741940?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/866147649670741940/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=866147649670741940' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/866147649670741940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/866147649670741940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/06/sampai-bila-bila.html' title='SamPai BiLa-bilA'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-5311498715983135362</id><published>2010-05-31T19:10:00.007+08:00</published><updated>2011-10-31T16:53:53.772+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='InsPiRiNg'/><title type='text'>Pak HaBiBiE UnTuk Bu AiNun (Alm)....</title><content type='html'>Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu, bukan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena, aku tahu bahwa semua yang ADA pasti menjadi TIADA pada akhirnya,&lt;br /&gt;Dan kematian adalah sesuatu yang PASTI,&lt;br /&gt;Dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi,&lt;br /&gt;Aku sangat tahu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Tapi yang membuatku TERSENTAK sedemikian HEBAT,&lt;br /&gt;Adalah kenyataan bahwa KEMATIAN …&lt;br /&gt;Benar-benar dapat MEMUTUSKAN KEBAHAGIAAN dalam diri seseorang,&lt;br /&gt;SEKEJAP saja…&lt;br /&gt;Lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati,&lt;br /&gt;Hatiku seperti tak di tempatnya,&lt;br /&gt;Dan tubuhku serasa kosong melompong, hilang isi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kau tahu sayang,&lt;br /&gt;Rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang berganti kemarau gersang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada air mata yang jatuh kali ini,&lt;br /&gt;Aku selipkan salam perpisahan panjang,&lt;br /&gt;Pada kesetiaan yang telah kau ukir,&lt;br /&gt;Pada kenangan pahit manis selama kau ada,&lt;br /&gt;Aku bukan hendak megeluh,&lt;br /&gt;Tapi rasanya TERLALU SEBENTAR kau disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka mengira aku lah kekasih yang baik bagimu sayang,&lt;br /&gt;Tanpa mereka sadari,&lt;br /&gt;Bahwa KAULAH yang MENJADIKAN aku KEKASIH yang BAIK&lt;br /&gt;Mana mungkin aku setia padahal memang kecenderunganku adalah mendua,&lt;br /&gt;Tapi kau AJARKAN aku KESETIAAN, sehingga aku SETIA,&lt;br /&gt;Kau AJARKAN aku ARTI CINTA, sehingga aku mampu MENCINTAIMU seperti ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan,&lt;br /&gt;Kau dari-Nya, dan kembali pada-Nya,&lt;br /&gt;Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan sayang,&lt;br /&gt;Cahaya mataku, penyejuk jiwaku,&lt;br /&gt;Selamat jalan,&lt;br /&gt;CALON BIDADRI Surgaku ….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BJ.HABIBIE&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-5311498715983135362?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/5311498715983135362/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=5311498715983135362' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5311498715983135362'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5311498715983135362'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/05/pak-habibie-untuk-bu-ainun-alm.html' title='Pak HaBiBiE UnTuk Bu AiNun (Alm)....'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-5044116914259859706</id><published>2010-05-11T19:14:00.001+08:00</published><updated>2011-10-31T16:54:59.501+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>KeMBaLi</title><content type='html'>Terlena membiarkan diri dalam kelalaian&lt;br /&gt;Tak sadar semakin jauh diri ku dari benderang cahayaMu&lt;br /&gt;Ku tahu semua karena kejahilan ku &lt;br /&gt;Ya Rahman… meski kini langkah ku terseok&lt;br /&gt;Ingin ku rengkuh kembali nikmat itu&lt;br /&gt;Kembali padaMu&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-5044116914259859706?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/5044116914259859706/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=5044116914259859706' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5044116914259859706'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/5044116914259859706'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/05/kembali.html' title='KeMBaLi'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-6082437813789401052</id><published>2010-03-22T23:11:00.003+08:00</published><updated>2011-10-31T16:55:28.997+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>SePerTi BebERapa KaLi Di HaRi-HaRi YanG LaLu</title><content type='html'>Seperti beberapa kali di hari-hari yang lalu&lt;br /&gt;Bisikkan kemalasan itu terdengar keras di telinga,&lt;br /&gt;Berdengung-dengung, bergema berkali-kali&lt;br /&gt;Membuat beribu alas an untuk berkata, Tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak untuk belajar, tidak untuk mengisi materi,&lt;br /&gt;Tidak untuk menambah hafalan juga tilawah,&lt;br /&gt;tidak untuk sholat subuh jamaah,&lt;br /&gt;tidak dan tidak yang lain&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dan kali ini tidak untuk pergi mabit!&lt;br /&gt;‘jangan mi pergi deh, kalo pergi ka, kapan Lagi belajarnya?&lt;br /&gt;Kan minggu depan sudah ujian. Masih ada ji mabit itu nanti!’&lt;br /&gt;Seperti kata ku tadi, beribu alasan mulai hadir&lt;br /&gt;Tapi belum juga sampai ke alasan ke 2&lt;br /&gt;Dan tidak seperti beberapa kali di hari-hari yang lalu&lt;br /&gt;Tak kubiarkan alasan-alasan yang sebenarnya adalah bentuk kemalasan&lt;br /&gt;Mengalahkanku lagi, dan aku memutuskan untuk pergi!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 21.00 undangan yang masuk di inbox hp ku.&lt;br /&gt;Rupanya bisikan malas itu masih belum menyerah&lt;br /&gt;“Nanti-nanti pi berangkat. Kan biasanya kalo undangan jam 9 acaranya mulai jam 10”&lt;br /&gt;Sekali lagi hampir-hampir mau kuturuti seperti yang lalu-lalu&lt;br /&gt;Tapi kali ini tekad itu sudah benar-benar bulat&lt;br /&gt;Bahkan bisikan yang tadinya merayu ku, untuk datang terlambat&lt;br /&gt;Membuatku tertantang untuk datang 30 menit sebelum acara&lt;br /&gt;Walau memang acaranya tetap molor&lt;br /&gt;Tak ada kecewa di hati, malah ada rasa senang yang membuncah&lt;br /&gt;Senyum ku mengembang sepanjang acara&lt;br /&gt;Selain karena Taujih ustad yang menyejukkan dan menghentak&lt;br /&gt;Juga karena senyum telah mengalahkan rasa malas itu kali ini. Hehehe…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempertahankan kemenangan itu lebih sulit dari pada ketika memperolehnya&lt;br /&gt;Masih banyak yang harus di talukkan dari diri yang masih jauh dari purna ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu untukmu kawan tips dari seorang khalifah yang mulia&lt;br /&gt;Tips untuk Melawan kemalasan itu dengan menantangnya menjadi 2 kali lipat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika datang bisikan untuk jangan berinfak kita lawan dengan menginfakkan lebih uang kita&lt;br /&gt;Ketika datang bisikan untuk terlambat menghadiri suatu acara,&lt;br /&gt;Kita lawan dengan datang tepat waktu, kalo perlu kita datang sebelum acara&lt;br /&gt;Ketika datang bisikan untuk malas tilawah, kita lawan dengan tilawah lebih lama.&lt;br /&gt;Ketika datang bisikan untuk menunda agenda kerja, kita lawan dengan merampungkannya&lt;br /&gt;Jauh hari sebelum di evaluasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan bayangankanlah ketika kau melakukan semua itu,&lt;br /&gt;Kau telah Menaklukkan merekas&lt;br /&gt;Mereka yang membisikkannya: Syaitan laknatullah.&lt;br /&gt;Biarkan mereka pulang tertunduk malu.&lt;br /&gt;Dan senyum penalukkan itu semoga selalu tersemat menggiasi hari-harimu&lt;br /&gt;Karena sejak awalnya dulu,&lt;br /&gt;Sebelum kita datang kedunia ini&lt;br /&gt;Kita telah ditakdirkan untuk menjadi pemenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Taklukkan dulu dirimu, kemudian lihatlah dunia akan takluk pada mu”.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-6082437813789401052?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/6082437813789401052/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=6082437813789401052' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6082437813789401052'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6082437813789401052'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/03/seperti-beberapa-kali-di-hari-hari-yang.html' title='SePerTi BebERapa KaLi Di HaRi-HaRi YanG LaLu'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-6986033780843937464</id><published>2010-03-22T23:08:00.002+08:00</published><updated>2011-10-31T16:55:44.910+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>MeLePAs SenJa Di LoSARi</title><content type='html'>senja di pantai losari&lt;br /&gt;di atas gelombang laut yang ditiup angin, mungkin anging mammiri yang terkenal itu&lt;br /&gt;mengayun-ayunkan kan pijakan kaki ku&lt;br /&gt;pijakan dari galon-galon plastik yang diikat menyerupai dermaga plastik&lt;br /&gt;ah lama sekali rasanya tak berpijak disini, terbayar sudah ingin ku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;merasakan ayunan lembut sang gelombang, menyaksikan megah pesona senja&lt;br /&gt;menebar warna di penjuru langit, terang yang perlahan meredup, menyuguhkan keindahan&lt;br /&gt;seketika penatku seakan ikut pergi mengiringi mentari yang tenggelam, menghilang...&lt;br /&gt;hatiku lapang seperti luasnya samudara&lt;br /&gt;dada ku lega melihat langit membentang di cakrawala tak berbatas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kau tau kawan aku menyukainya ^_^&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-6986033780843937464?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/6986033780843937464/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=6986033780843937464' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6986033780843937464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6986033780843937464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/03/melepas-senja-di-losari.html' title='MeLePAs SenJa Di LoSARi'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-356611070586602858</id><published>2010-02-26T22:14:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T11:23:46.570+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>RaSanYa AnEh</title><content type='html'>kemarin aku bertanya, bagaimanakah senyum dalam tangisan itu&lt;br /&gt;hari ini aku mendapatkan jawabannya&lt;br /&gt;ada senyum yang mengembang di bibir, manis sekali terlihat (hahaha :P)&lt;br /&gt;tapi hati ini masih belum bisa ikut tersenyum (ndak sampe nagis ji nah hehehe...)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Rasanya aneh.&lt;br /&gt;tp biarkan, biarkan saja seperti ini&lt;br /&gt;mungkin dia seperti gumpalan awan besar yang hadir sebentar&lt;br /&gt;tapi tak sempat mengelapkan, menurunkan lebat hujan itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berharap sebentar lagi ada pelangi&lt;br /&gt;indah, mengiasi langit&lt;br /&gt;aku yakin itu&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-356611070586602858?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/356611070586602858/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=356611070586602858' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/356611070586602858'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/356611070586602858'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/02/rasanya-aneh.html' title='RaSanYa AnEh'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-8412265415169693727</id><published>2010-01-31T23:18:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T11:24:17.240+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ekspresi'/><title type='text'>KaReNA RaSa ITu KiTA YanG pUnYa</title><content type='html'>karena rasa itu kita yang punya&lt;br /&gt;maka biarlah dia selalu berada dalam kedamaian&lt;br /&gt;bukannya jatuh dalam kegelisahan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena rasa itu kita yang punya&lt;br /&gt;maka biarlah dia ringan mengahadapi segala aral&lt;br /&gt;bukannya menjadi berat, sebab berat di hati bisa berjuta kali lipat jadinya&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;karena rasa itu kita yang punya&lt;br /&gt;biarlah dia sesejuk embun pagi&lt;br /&gt;bukannya panas seterik mentari gurun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena rasa itu kita yang punya&lt;br /&gt;maka biarlah kebahagiaan selalu menghiasinya&lt;br /&gt;bukannya duka nestapa berkepanjangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;karena rasa itu kita yang punya&lt;br /&gt;apa yang kita pinta maka itulah yang kita rasa&lt;br /&gt;bahagia, senang, suka, duka, berat, ringan, semuanya...&lt;br /&gt;karena rasa itu kita yang punya.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-8412265415169693727?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/8412265415169693727/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=8412265415169693727' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/8412265415169693727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/8412265415169693727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2010/01/karena-rasa-itu-kita-yang-punya.html' title='KaReNA RaSa ITu KiTA YanG pUnYa'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-1756795345043864524</id><published>2009-12-31T13:50:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T16:56:21.810+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='coass'/><title type='text'>LaMPu HiJAu Mi...!  (pErJALaNan Di MuLAi)</title><content type='html'>terkadang saya masih merasa risih untuk mengenakan jas putih ku. jas yang seketika bila kukenakan orang mungkin akan memanggil ku, dokter. Padahal masih secuil ilmu yang kutahu untuk kapasitas seorang dokter. masih harus banyak belajar. *Gambatte ^_^*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dokter muda ato biasa juga dipanggil coas, alhamdulillah mulai aku tapaki jalan-jalannya september 2009. disaat teman2 angkatanku sudah meraih gelar dokternya, aku baru mo mulai menjelajahinya. tapi ndak apalah harus tetap semangat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Bagian pertama ku adalah ilmu penyakit kulit dan kelamin istilah kerennya dermatology n venerology. waktu 4 minggu haruslah digunakan untuk belajar tentang penyakit2 kulit yang sangat banyak itu. serasa masih belum banyak yang belum saya tau eh... tiba2 harus ujian untuk pindah ke stase berikutnya. alhamdulillah lulus ja dan dapat A *nilai yang sangat jarang ku dapatkan waktu di pre klinik dulu hehehe*. terima kasih buat gubernur yang baik sekali dan dokter2 residen yang telah membimbing.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"eh... kenapa kayaknya jadi gatal-gatal badanku sejak masuk stase kulit" kata temanku suatu ketika. dan saya pun mengiyakan dalam hati, "wah sepertinya kita senasib ni". perasaan gatal yang muncul itu mungkin karena terlalu khawatir, jangan-jangan sy sudah ditulari penyakit oleh pasien yang di lihat dipoli. maklumlah karena di kulit penyakitnya biasanya sangat jelas effloresensinya. awalnya saya termasuk yang berpikir bahwa harus sangat berhati2 menyentuh pasien yang datang. tapi setelah melihat dokter residen yang begitu santainya memeriksa pasien akhirnya ketakutan itu pun mulai menghilang. dan suatu pagi ketika dalam perjalanan ke rumah sakit saya mencoba untuk wirid al matsurat sambil nyetir. disana ada doa yang berbunyinya: "Audzubikalimatillahi tammati minsyarri maakholaq"… Ya Robb, kami berlindung pada kalimatMu yang sempurna dari kejahatan MakhlukMu…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Allah..., harusnya saya ndak perlu terlalu khawatir seperti kemarin bahwa kuman, bakteri, virus yang menjadi penyebab penyakit bagi kita adalah bagian dari makhluk-makhluk Allah. dan bukankah setiap pagi dan sore kita telah berlindung dan bertawakkal kepada Allah dari kejahatan makhluknya itu? ya tentu setelah kita mengantisipasi semua kemungkinan buruk, barulah kita bertawakkal kepada Allah swt.&lt;br /&gt;Profesi dokter mungkin disatu sisi menjadi penolong bagi pasien2nya tapi bukan berarti dokter tidak punya resiko untuk tertulari oleh penyakit dari pasiennya.  Ini yang biasa menjadi sesuatu hal yang menakutkan tertulari penyakit dari pasiennya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... saya mungkin masih harus banyak belajar lagi sehingga bisa menyikapi pasien2 yang dihadapi dengan bijak. Menghilangkan semua ketakutan itu dan bertindak dengan benar. ^_^&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-1756795345043864524?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/1756795345043864524/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=1756795345043864524' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/1756795345043864524'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/1756795345043864524'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/12/lampu-hijau-mi-perjalanan-di-mulai.html' title='LaMPu HiJAu Mi...!  (pErJALaNan Di MuLAi)'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-6121106236618297055</id><published>2009-11-30T21:51:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T16:57:37.224+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>MuSim Apa sEkAraNG yaH</title><content type='html'>hujan.... akhirnya turun juga beberapa kali dalam sepekan ini di makassar. sempat merasakan derasnya waktu pulang dari rumah teman. waktu itu maunya nunggu sampe hujan reda tapi karena malam semakin kelam dan dingin, sudah kemalaman untuk waktu bertamu, watu menunjukkan pukul 00.00 dan sudah lama ndak maen hujan dan motor juga banyak debu yang menempel, akhirnya nekad juga aku menerobos hujan yang deras itu. asyiiiiik. 'mandi hujan tengah malam, jangan kau lakukan kalo hanya..." *ingat dangdut jadul* hehehe.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;hujan emang agak terlambat datangnya 2 tahun terakhir. mungkin akibat pemanasan global kali yah, sehingga membuat cuaca semakin susah untuk di prediksi. btw, kita g lagi sedang membicarakan hujan. tapi berhubung hujan sudah sering membasahi bumi, berarti sekarang sudah masuk musim penghujan. "hujan, ingatkan aku, tentang suatu masa" kata2 yang senada dengan itu banyak sekali ku baca di statusnya teman di fb. nddak tau juga yah, apa memang hujan selalu bisa memberikan kesan kepada banyak orang. kata teman saya hujan itu romantis. heh? apa hubungannya yah? *ada yang tau?*&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ternyata sekarang ini ndak cuma musim hujan lho. coba aja perhatikan di jalanan, buah duren lagi banyak-banyaknya berarti bisa di sebut juga sedang musin duren kan? rambutan juga ndak mau kalah, mau juga di sebut musim rambutan juga toh. hehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;biasa kata musim itu dipake kalo sesuatu itu intens dan kapasitasnya lebih banyak dari biasanya yah. nah kalo gitu bulan ini bisa di sebut juga musim walimahan. banyak yang walimah euy... dulu pernah ada lagu dangdut juga, "nanti di bulan haji kita akan berjumpa lagi" hehehe sekarang kan lagi musim haji makanya musim nikahnya juga ikut. :D&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ah... ngaur sekali tulisan ini. hanya sekedar ingin posting2 saja. coz sudah deadline. tiap bulan harus minimal 1 postingan. hehehe...&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-6121106236618297055?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/6121106236618297055/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=6121106236618297055' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6121106236618297055'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6121106236618297055'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/11/musim-apa-sekarang-yah.html' title='MuSim Apa sEkAraNG yaH'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-3111626122791347947</id><published>2009-10-27T16:26:00.006+08:00</published><updated>2011-10-31T16:57:57.376+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>InDaHnYA SaLiNg MeNJaGa</title><content type='html'>“Oh indahnya saling menjaga, saling mengasihi karena Allah...” penggalan lirik opik dan amanda yang menyanyikan lagu tentang sedekah  sudah beberapa hari ini ku ulangi di hp ku ketika waktu-waktu kosong ku . Ada hal yang begitu saja muncul ketika mendengarkan syair ini. Budaya untuk saling menjaga, saling mengasihi karena Allah. hm... terdengar sangat Indahkan...? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjagaan menurutku adalah sebuah sikap untuk melindungi sesuatu yang kita sayangi. Seorang ibu yang menjaga bayinya agar tidak digigit nyamuk hingga buah hatinya itu bisa tidur dengan pulas, misalnya. Penjagaan adalah salah satu bentuk ekspresi dari rasa cinta kita terhadap sesuatu, yang karena cinta itu timbulah rasa sayang. &lt;span class="fullpost"&gt;Penjagaan juga bisa berarti bahwa mengawasi agar apa yang diawasi itu selalu berada pada koridor yang benar dan menjadi baik. Misalnya seorang ayah, akan berbeda ketika dia menanggapi anak tetangganya dengan anaknya yang seharian bermain playstation, kalo anak tetangga mungkin dia tidak ambil pusing dan membiarkannya saja. Tapi karena ingin melihat anaknya baik, maka dia akan membatasi anaknya untuk sesuatu yang membuang-buang waktu tanpa memberikan kebaikan baginya kelak, maka disuruhlah anaknya untuk lebih banyak belajar. Bahkan mungkin kalo perlu pake acara ngomel-ngomel ato ditambah dengan cubitan sayang jika anaknya membandel (hehehe...) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya menjaga adalah salah satu ekspresi kecintaan. Seorang saudara yang mencintai dan menyayangi saudaranya karena Allah pastilah selalu menjaga saudaranya untuk terus berada dalam jalan kebenaran. Inilah yang mungkin sekarang saya melihatnya sudah  mulai hilang dalam interaksi kita. Apakah sikap cuek kita disebabkan kesibukan kita, ato karena memang perasaan cinta itu yang sudah mulai menguap dalam hati kita karena kita sudah tidak peduli lagi untuk merawatnya tumbuh di taman cinta hati kita (weits.... :).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“hallo, aswb. Gimana kabar ta? Lg dimana?”, “akhi, kenapa nt pake sepatu yang kiri dulu?”, “akhi, kok makannya sambil berdiri, pake tangan kiri lagi (ndak bagi-bagi pula hihihihi..)”. “akhi, kenapa pekan lalu g datang liqo”, “sepertinya nt ada masalah, ada yg bisa sy bantu?”, “ukhti, kenapa dandanannya setiap menor sekali? Tabarruj itu!”, “astagfirullah... ganti topik lain saja deh, takutnya kita sedang berghibah”, “ukhti, kenapa kemalaman pulangnya, siapa yang antar semalam?”, “ukhti, kok pake celana jeans?”,“afwan ya akh ana mau tabayyun , kemarin ana liat nt jalan berdua dengan seorang akhwat, saudara ta kah? kenapa bisa?”, dll (ini pertanyaan dari ikhwan u ikhwan, dan dari akhwat untuk akhwat nah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa sikap ta kalo ada pertanyaan seperti itu ditujukan kepada kita? Merasa risih kah kita? Ato Mungkin sempat terbetik “neh orang gila urusan sekali yah, sudahlah urusi dirimu sendiri!”. Ah... tidak kah kau tahu kawan kalo pertanyaan-pertanyaan  seperti itu boleh jadi adalah ungkapan cinta dari seorang saudara yang menyayangi kita. Dan itulah bentuk penjagaannya kepada kita. Mungkin terdengar sewot tp boleh jadi dialah yang paling sayang diantara semua teman kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti dulu saya agak risih dengan sikap mama ku yang menelpon ku paling sedikit 3x dalam sehari. “dimana?”, “Lagi ngapain?”, “Sudah makan?”, “perhatikan makan mu”, “Kalo makan jangan sembarangan”, “jangan lupa belajarnya”, “jangan ngebut kalo bawa motor”, “jangan kemalaman pulangnya”, dll. Aku merasa sudah dewasa yang tak perlu lagi di kontrol sedemikian tapi akhir nya aku mencoba mengerti. Itulah mungkin ekspresi cinta seorang ibu yang terpisah jauh dari anak kesayangannya ^_^v dan akhirnya syukur itu pun terus kuhadirkan karena ku tau mama sangat mencintai anak satu-satunya ini hehehe... sekarang malah kalo g ada telpon dari mama dalam sehari saya malah merasa g enak. ^_^ love you mom...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(lanjut....) mungkin karena interaksi kita yang semakin lebih banyak dengan ‘duni luar’ sehingga ada nilai-nilai yang mulai memudar dari diri kita. Dulu kita begitu menjaga diri sekarang mulai membuka diri dari apa yang dulu kita mungkin anggap tabu. Kebiasaan mendengar murottal mungkin mulai diganti dengan lagu-lagu ‘top of the top’ yg tentu bertemakan cinta, yang dinyanyikan artis-artis yang memang suaranya lebih bagus dan ngetop dimana-mana. “datanglah...., kedatangan mu ku tunggu, telah lama, telah lama ku menunggu....” (gedubraakkk...!!!!) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu terkadang kita lakukan dengan tidak menyadarinya, dan hanya mereka yang mencintai kitalah yang berusaha untuk menjaga kita, mengingatkan,  mungkin dengan caranya bertanya. Ya.. mungkin dengan nada yang sedikit meninggi dan terkesan menggurui, ato apalah yang biasanya kita tangkap sebagai seseorang hakim yang sedang menyelidik. MUNGKIN...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cobalah mengingat-ingat lagi seberapa kita peduli terhadap perubahan sikap saudara-saudara kita. Apakah kita termasuk orang yang sedih melihat mereka futur? Kemudian sudah kah kita menjaganya agar tidak semakin jauh dalam atmosfir kesalehan? Bertindak cepat agar dia bisa tersadar. Ato kita malah selalu ‘berhusnudzon’ ato pura-pura tidak tahu, ketika melihatnya mulai menjauh. “ah... mungkin dia sedang jenuh, paling nanti dia sadar sendiri”. Ato jangan-jangan kita langsung mencibirnya dan tidak peduli, “edede kenapa kah musti selalu mo diperhatikan?, harusnya dia yang sudah lama liqo itu bisa menjaga dirinya sendiri”. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawan, Bukankah Allah jika masih mencintai seorang hamba maka diberilah selalu teguran kepada hambaNya, ditanamkan kesadaran dalam diri hambaNya, agar hamba itu segera kembali ke jalan kebenaran dan selamatlah ia. Hatinya telah mendapatkan manisnya iman, maka ia akan sensitif merasakan pahitnya kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan. Dan jika cinta Allah kepada hambaNya sudah tidak ada maka dibiarkanlah hamba itu semakin tersesat dalam kesesatannya. Dicabutlah kesadaran dan malu itu dalam hatinya. Bahkan mungkin ketika melakukan dosa dengan bangga dia berkata, “Liat ka eh...”! (naudzubillahi min dzalik). Dia dibiarkan terus dalam kesesatanya,  Sehingga dia akan mendapat siksa yang amat teramat sangat pedih.  “Maka biarlah mereka tenggelam (dalam kesesatan) dan bermain-main sampai mereka menemui hari yang dijanjikan kepada mereka.” (43:83)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sangatlah menyedihkan kalo hidup ini tidak ada lagi yang berusaha untuk meluruskan saat kita mulai keluar jalur. Menguatkan saat kita lemah. Mengingatkan saat kita lupa. Membenarkan saat kita salah. Bukankah manusia adalah tempatnya salah dan khilaf?. Maka kita selalu disuruh untuk saling mengingatkan dalam kebaikan dan kesabaran. Maka saling menjagalah kita, karena kita adalah saudara yang  cintanya insya Allah karena Allah semata. Bersyukurlah jika banyak saudaramu yang menjagamu, dan berusalah untuk menjaga saudaramu agar kita bisa berkumpul kembali di surga kelak dan saling berkunjung. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“jika penghuni surga telah masuk surga, maka setiap saudara merindukan saudara yang lain. Lantas ranjang ini berjalan ke ranjang itu dan ranjang itu berjalan ke ranjang ini hingga keduanya berkumpul. Salah seorang dari keduanya berkata, “tahukah engkau kapan Allah memberi ampunan kepada kita?” jawab temannya, “ketika kita sedang berada di salah satu tempat, kita berdoa kepada Allah kemudian Allah memberi ampunan kepada kita”.(dari anas bin malik)--- (salah satu tempat itu saat rapat kita mengurus dakwah di sekolah, kampus, lingkungan sekitar, dll)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah engkau kawan sebagai seorang saudara yang, “Senyum dan tutur nya selalu menggerakkanku untuk meraih surga, teguran dan marah nya mengingatkanku agar segera berpaling dari jalan neraka ku”. Yang selalu menyebut nama dan membayangkan wajah saudaranya dalam doa-doanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mari kita saling menjaga karena saling mencintai karena Allah agar kita bisa menjadi sekelompok orang yang digambarkan oleh Rosulullah saw : &lt;br /&gt;“Di hari kiamat, di sekitar arsy terdapat banyak mimbar yang terbuat dari cahaya. Di atas mimbar itu, ada sekelompok orang yang pakaiannya terbuat dari cahaya. Wajah mereka bercahaya. Padahal mereka bukanlah nabi dan bukan pula orang-orang syahid. Para nabi dan orang-orang syahid iri pada mereka.” Para sahabat bertanya, “siapa mereka, ya Rosulullah?” Beliau menjawab, “mereka adalah orang yang saling mencintai karena Allah. Mereka saling mencintai karena Allah, padahal diantara mereka tidak terdapat ikatan keluarga dan tanpa adanya ikatan harta diantara mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indahnya... bahkan para nabi dan syuhada pun iri kepada mereka yang saling mencintai karena Allah.... ^_^&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh indahnya saling menjaga, saling mengasihi karena Allah....”&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-3111626122791347947?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/3111626122791347947/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=3111626122791347947' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/3111626122791347947'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/3111626122791347947'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/10/indahnya-saling-berbagi.html' title='InDaHnYA SaLiNg MeNJaGa'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-8626088932539755151</id><published>2009-09-29T13:01:00.002+08:00</published><updated>2011-10-31T16:58:14.297+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>BamBu YanG LuRUskaH Atau YanG BeNGkoK...?</title><content type='html'>"Sekarang ini kita harus hidup dengan filosofi bambu. biar bisa tetap eksis! kau lihat bambu itu, kalo dia lurus-lurus maka bisa dijamin batang pohon bambu yang lurus itu tidak akan bertahan lama karena akan dipotong oleh manusia untuk keperluannya." kata seseorang kepada saya ketika saya silaturahim kerumahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah sekarang ini kita nggak perlu terlalu jujur dalam hidup. Contohi itu bambu, Kalo bambu-bambu yang batangnya bengkok-bengkok, dia akan tetap hidup karena tidak bakalan dipotong. Makanya dalam hidup ini, kita sesekali ‘bengkok’ sedikit juga ndak apa-apa (na kana orang mangkasara ka, kalasian). Itu demi kelangsungan hidup kita. apa lagi kalo kau berada dalam dunia birokrasi. ah... kalo kau mau jujur terus menerus, bisa tergilas kau oleh kejamnya dunia ini. Menjadi orang baik itu lebih sering ‘makan hati’ nya. bisa-bisa kita dimanfaatkan ato dibodoh-bodoki untuk kepentingan mereka. Berat memang tp di situ mi mungkin jalan menuju surga”. begitu tambahnya. *Dalam hati ku ini orang sarannya untuk mematahkan semangat kita untuk jadi orang baik, ato gimana?* Hehehehe...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dari pesan diatas seolah-olah prinsip ini mengajarkan kepada kita yang hidup dijaman yang sudah sangat edan ini. Bahwa menjadi orang baik itu susah. Kalo mau tetap eksis didalam kehidupan bermasyarakat jangan selalu menjadi orang yang lurus, karena ketika kita mencoba untuk lurus dengan segala idealisme kita maka siap-siaplah untuk segera terdepak dalam pentas kehidupan bermasyrakat. Begitu mungkin kesimpulan pendeknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya sempat berpikir dan mengiyakan dalam hati penjelasannya itu. karena hal ini rasa-ranya terjadi di dunia ku. Seolah-olah hal yang baik itu sudah menjadi asing di tengah-tengan kita. Mungkin ini hanya contoh-contoh kecil, ketika ada teman yang belajar mengisi waktu kosong ketika di kampus, diketawai dan dibilangi terlalu ‘bureng’ lah, mau sarjana sendiri lah, nyantai moko, dll. Kata-kata yang sebernarnya menjatuhkan semangat orang yang ingin menjadi lebih  baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ato seperti kata teman saya diawal-awal semester dulu sesaat sebelum ujian. "edede jamma ko terlalu jujur kalo ujian sebentar. Pake nggak mo nyontek segala! sekarang itu, intinya bagaimana kita harus lulus mata kuliah ini. kita harus cepat selesai!!!". Dan hanya sedikit orang saja yang saya lihat bisa bertahan di ruangan yang tidak mau menyontek. Mereka mungkin terlihat aneh. Ato bahkan dibilang pelit lah, nggak mau bantu teman lah, sok idealis lah, dll. Waktu itu memang pengawasnya nggak ‘sangar’ bahkan terkesan membolehkan seolah-olah berkata, “nyontek me ko asal jangan bersuara” nanti ketahuan dokter” heh...?!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedikit berbagi tentang nyontek. Semua orang tau kalo nyontek itu dilarang. Tapi masih saja menjadi kebiasaan saat ujian dari sebagian besar kita. (pasti ada yg bilang, “kita? Lo aja kalle...!” Hehehe). Kita nyontek karena ndak yakin dengan jawaban sendiri, karena persiapan belajarnya memang sangat sedikit. Dan juga perasaan malu kita kepada yang maha mengawasi (ALLAH), masih harus kita benahi lagi. Makanya untuk menutupi kekurangan (terlalu kasar kalo sa tulis kebodohan hihihi...) kita, dengan berbuat curang, maka menyontek lah pilihannya. Malu kalo nilainya E, maunya terus dapat nilai A tp belajarnya g seperti orang yang benar2 dapat A dari hasil usahanya sendiri, bukan dengan jalan nyontek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku jujur itu memang berat to? Contohnya nggak nyontek dalam ujian. Bukannya saya tidak pernah nyontek. Pernah kok T_T (pengakuan dosa neh). di saat banyak mi teman2 ku sudah selesai, tinggal segelintir orang saja dari angkatan ku yang belum selesai. Di saat itu rasanya  saran tentang bambu itu sangat tepat untuk saya lakukan, ‘bengkok’ sedikit biar bisa eksis.  Di saat bertemu dengan seorang senior yang baru bisa mendapatkan Sked.nya setelah 8 tahun dan dia berkata pada ku, “kau tau man, dulu saya orang yang idealis sekali dalam hal menyontek, tapi ah... mo mi diapa, mungkin kemampuannku yang kurang. Kalo sya ndak tanggalkan dulu idealisme itu mungkin sampe sekarang saya belum Sked”. Akhirnya... kulakukan juga, hikz....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kau tahu kawan, selalu saja ada rasa bersalah ketika telah melakukannya. Dalam hati selalu berpikir, kalo mau melakukannya kenapa ndak dari dulu saja sejak awal semester. Apa bedanya kalo akhirnya  dilakukan juga, meski di saat-saat terakhir. Tetap saja sudah berbuat curang. Dan insya Allah tak mau ku ulangi lagi. Ah... saya jadi merinding juga, tiba2 saya menghubungkan ini dengan kisah 2 orang bersaudara yang satu di kenal alim dan satunya lagi dikenal ahli maksiat, tapi dua orang ini mengakhiri hidupnya dengan caranya masing2. Si ahli maksiat menjemput maut saat melakukan amalan penghuni surga sehingga Allah ridho padanya. Dan si ahli ibadah mengakhiri hidupnya saat dia terbujuk rayuan setan dan meninggal dalam keadaan maksiat dan Allah murka padanya. Naudzubillahi min dzalik. “jangan kau menganggap sebuah dosa itu kecil ato menganggap remeh sebuah amal kebaikan. Boleh jadi dosa yang kau anggap kecil itu bisa membuat terbit murkanya Allah kepada mu. Dan boleh jadi amal yang kecil saja bisa menurunkan ridho Allah kepada mu”. Ya... Allah Ampuni aku.... T_T&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah.. kita kembali lagi ke filosofi bambu (terlalu lama ngebahas nyontek) ^_^...  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidak apa ketika kita sesekali melanggar peraturan asalkan tidak ketahuan demi keberlangsungan dan eksistensi kita. Tidak apa sesekali berbuat curang toh kalo kita tidak berbuat  begitu kita juga akan dicurangi. Akan Tersingkir.” Begitu katanya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurutku ada yang sedikit salah ketika teman saya ini memandang filosofi bambu ini. Mungkin bisa kita pandang dari sisi yang berbeda. Misalnya, memang benar bambu yang lurus itu akan banyak dipotong dan dimanfaatkan oleh manusia. Sedangkan bambu yang bengkok-bengkok akan dibiarkan hidup begitu saja. Nah bukankah hidup ini lebih berarti kalo bisa bermanfaat bagi orang lain? Bambu yang bengkok boleh itu jadi hidup lebih lama, tapi dia hanya akan menghasilkan banyak sampah, toh akhirnya akan mati juga kan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi menjadi baik itu boleh jadi memang berat (kebanyakan kata ‘jadi’nya). Tapi dunia ini akan membutuhkan orang-orang baik. Orang-orang yang menjalankan prinsip hidupnya, yang secara universal diterima semua orang. Misalnya tentang kejujuran, kepedulian, tolong menolong, dan sebagainya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh menyedihkan jika kita menjadi seperti apa yang digambarkan Allah dalam surah al’araf ayat 179: “.....mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa Allah menganalogikan bahwa manusia yang hanya diam dan tidak memanfaatkan segala potensi yang ada dalam dirinya untuk kemaslahatan diri dan lingkungannya lebih rendah dari binatang ternak? Karena, perhatikanllah bahwa binatang ternak dengan segala keterbatasan yang ada padanya itu bisa memberikan manfaat kepada apa yang ada disekitarnya, ulat sutra menghasilkan benang sutra yang indah, lebah menghasilkan madu, sapi mengahasilkan susu dan daging, itik menghasilkan telur, cacing bisa menyuburkan tanah, lantas muncullah pertanyaan itu. Saya bisa memberikan apa....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi baik itu mungkin susah dan berat, sebagaimana Anas bin Malik menuturkan, Rasulullah SAW bersabda: “Akan tiba suatu masa pada manusia, dimana orang yang bersabar di antara mereka dalam memegang agamanya, ibarat orang yang menggenggam bara api.” (HR. at-Tirmidzi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam hadis lain Rasulullah bersabda,” Sesungguhnya Islam datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing sebagaimana ia datang. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” Sahabat bertanya,” Siapakah orang-orang asing itu wahai Rasulullah?” Beliau menjawab,” Yaitu orang-orang yang tetap shalih ketika manusia telah rusak.”(Silsilah ash Shahihah 1273).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, tetaplah berusaha untuk selalu memperbaiki diri walaupun itu terlihat asing di ‘dunia’ mu, berpegang teguh pada apa yang kita yakini. Menghidupkan sunnah Rosul dan menjalankan Perinta Allah azza wa jalla. Karena semua akan indah pada kesudahannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;So mau menjadi bambu yang lurus ato bambu yang bengkok ^_^v&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-8626088932539755151?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/8626088932539755151/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=8626088932539755151' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/8626088932539755151'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/8626088932539755151'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/09/bambu-yang-luruskah-atau-yang-bengkok.html' title='BamBu YanG LuRUskaH Atau YanG BeNGkoK...?'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-4012441565824509325</id><published>2009-09-29T07:10:00.005+08:00</published><updated>2011-11-01T13:31:41.772+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>MeMbeKasLaH RaMaDHaN kU</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gemuruh takbir mulai membahana di seluruh pelosok negeri, seluruh semesta memuji, mengagungkan dan membesarkan asma Allah menyambut hari kemenangan. Hati-hati orang beriman ikut bergemuruh. Ada sedih yang membuncah akan perpisahan dengan bulan suci ramadhan. Dan ada senyum kebahagiaan menyambut datangnya hari kemenangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... perpisahan itu memang selalu mensisahkan kesedihan, apalagi dengan sesuatu yang kita cintai. Rasanya pertemuan itu begitu singkat. Padahal belum banyak rasanya amal sholeh yang seharusnya kita lakasanakan. Akan kah semua ibadah yang kita lakukan selama bersamanya, di terima di sisi Allah swt? Akankah kita mendapatkan Ampunan dari Allah? akankah Allah masih berkenan kepada kita untuk mempertemukan kembali dengannya, ramadhan, di masa yang akan datang? Ya Allah, kami menyesal lantaran belum mampu mengoptimalkan Ramadhan dengan baik. Padahal di situlah letak rahmat, ampunan, dan pembebasan dari siksa neraka. Itulah kesedihannya..... &lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Gemuruh takbir, tahlil dan tahmid menggema di seluruh penjuru bumi dan menyelusup ke dalam relung-relung hati kita. Itulah ungkapan rasa syukur kepada Allah swt setelah satu bulan penuh berhasil menjalani suatu proses pendidikan dan latihan pengendalian diri, serta proses pensucian diri, untuk menjadi pribadi-pribadi yang bertaqwa. Ya semoga saja predikat taqwa itu bisa tersematkan dalam diri-diri kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosulullah saw bersabda: "Barangsiapa menghidupkan bulan Ramadhan dengan keimanan dan mengharap pahala, maka akan diampuni dosanya yang telah lewat." (HR. Bukhari). Kita gembira karena dengan ibadah Ramadhan yang kita laksanakan, ada harapan besar yang bisa kita raih, yakni ampunan dosa dari Allah dan dikembalikan kita kepada fitrah seperti saat baru dilahirkan. Itulah letak kebahagiaannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan adalah bulan tarbiyyah, bulan pendidikan bagi kita. Lihatlah perusahan besar atau sebutlah sebuah instansi pemerintahan. Biasanya mengirimkan orang-orang terbaiknya untuk di training selama 1 atau 2 bulan agar meningkatkan kapasitasnya dan bisa mempraktekkan apa yang di trainingnya itu di terapkan seterusnya di instansinya nanti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga ramadhan ini datang untuk mentraining kita orang-orang yang beriman untuk mendapatkan derajat taqwa dan melewati hari-hari sepanjang tahun dengan nilai-nilai yang membekas selama ramadhan yaitu kesucian jiwa, kebeningan pikiran, kekhusyu’an ibadah, dan semangat ihsan (melakukkan yang terbaik untuk Allah) yang dapat menjadikan kita sebagai insan-insan yang merasakan muraqabatullah, bahwa Allah selalu dekat dan mengawasi apa yang kita lakukan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di ramadhan ini, Puasa sebulan penuh ringan kita selesaikan, sholat malam dan witir bisa tiap hari kita lakukan, tilawah alquran bisa kita khatamkan sekali bahkan ada yang sampe 5 kali dalam waktu sebulan, infak dan sodaqoh begitu mudah kita keluarkan. Subhannallah Allah mudahkan semuanya itu bagi kita untuk bisa kita lakukan selama ramadhan. Inilah training kita selama sebulan. Semoga semua itu dapat kita pertahankan di sebelas bulan berikutnya. Nilai-nilai ramadhan yang MEMBEKAS dalam pribadi kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua amalan itu adalah akan mendekatkan kita dengan Allah SWT, dan mendekatkan kita dengan surga dan RidhoNya, memudahkan kita untuk menggapai segala cita dan impian kita tentang dunia dan juga akhirat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah sejarah telah membuktikannya. Kisah tentang panglima Muda yang di usianya yang ke 23 telah membuat seluruh syuhada cemburu padanya dan membuat dunia tercengang karena menyebrangkan kapal-kapalnya melewati gunung diatas bongkahan-bongkahan kayu yang dilumuri lemak ternak, dia sang penakluk konstantinopel, Muhammad Al Fatih. Obsesi kaum muslimin selama 7 abad sejak Rosulullah saw memberikan Nubuwat : “Konstantinopel akan bisa ditaklukkan di tangan seorang laki-laki . Maka sebaik-baik panglima adalah yang menaklukkannya dan pasukannya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah tentang Al Fatih ini ku baca di buku karangannya Salim A. Fillah, “Jalan Cinta Para Pejuang”, berikut kutipannya : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu, hanya seorang yang paling bertaqwa yang layak mendapatkannya. &lt;br /&gt;Ia tahu, hanya sebaik-baik pasukan yang layak mendampinginya &lt;br /&gt;Maka disepertiga malam terakhir menjelang penyerbuan bersejarah itu.. &lt;br /&gt;Ia berdiri diatas mimbar, dan meminta semua pasukan berdiri.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saudara-saudaraku dijalan Allah. Amanah yang dipikulkan ke pundak kita menuntut hanya yang terbaik yang layak mendapatkannya. Tujuh ratus tahun lamanya nubuat Rasulullah telah menggerakkan para mujahid tangguh, tetapi Allah belum mengizinkan mereka memenuhinya.” &lt;br /&gt;Lalu dimulailah sang Panglima, mengecek bagaimana kondisi pasukannya yang membuat tubuh bergetar membacanya.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku katakan pada kalian sekarang, yang pernah meninggalkan shalat fardhu sejak balighnya, silahkan duduk!” &lt;br /&gt;Begitu sunyi, tak seorangpun bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pernah meninggalkan puasa Ramadhan, silahkan duduk!” &lt;br /&gt;Andai sebutir keringat jatuh ketika itu, pasti terdengar. Hening sekali, tak satu pun bergerak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pernah mengkhatamkan Al-Qur’an melebihi sebulan, silahkan duduk!” &lt;br /&gt;Kali ini, beberapa gelintir orang perlahan menekuk kakinya. Berlutut berlinangan air mata &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pernah kehilangan hafalan Al-Qur’an-nya, silahkan duduk!” &lt;br /&gt;Kali ini lebih banyak yang menangis sedih, khawatir tidak terikut menjadi ujung tombak pasukan. Mereka duduk. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pernah meninggalkan shalat malam sejak balighnya silahkan duduk!” &lt;br /&gt;Tinggal sedikit yang masih berdiri, dengan wajah yang sangat tegang, dada berdegup kencang, dan tubuh menggeletar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Yang pernah meninggalkan puasa Ayyamul Bidh, silahkan duduk!” &lt;br /&gt;Kali ini… semua terduduk lemas. Hanya satu orang yang masih berdiri… &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia.. Sang Sultan.. &lt;br /&gt;Muhammad Al Fatih.. &lt;br /&gt;Dan kita sekarang mengetahui bahwa akhirnya obsesi 7 abad itu berhasil diwujudkan.. &lt;br /&gt;Konstantinopel menjadi bagian dari umat Muslim.. &lt;br /&gt;Penaklukan oleh sebaik-baiknya pasukan dan sebaik-baiknya panglima.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Subhallah.... bagaimanakah kita jika diberikan pertanyaan yang sama saat ini? sampai pertanyaan keberapakah kita sanggup berdiri? Aku membayangkan perasaan ku jika berada di pasukan itu saat itu. Ah..., mungki aku termasuk dari mereka yang duduk. Menangis sedih khawatir tidak bisa menjadi bagian dari pejuang ketika kemenangan itu diperoleh umat islam. Karena hanya yang terbaiklah yang akan pergi!! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah... saya kembali tersadar kenapa mesti dalam liqo-liqo pekanan kita para murobbi/ah kita selalu mempertanyakan amal yaumian kita. Memotivasi kita untuk gemar beribadah. Melihat seberapa dekat kita dengan Allah. Karena mereka ingin memastikan ‘pasukan’ kecil mereka adalah pasukan yang selalu memperbaiki diri dan semakin dekat dengan Allah. Dan mereka sebagai ‘panglima’ harus berusaha lebih baik lagi dari ‘pasukan’nya.Dari lingkaran kecil itu kita dididik untuk menjadi generasi Rabbani yang tegaknya kembali kemulian islam di muka bumi ini ada dipundaknya. Dan kemenangan itu... ya kemenangan itu akan semakin dekat dengan kita ketika kita juga semakin dekat dengan Allah SWT. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan kali ini telah melatih kita untuk dekat dengan Allah. Melatih kita mengerjakan amal sholeh itu dengan mudah. Semoga semua itu bisa membekas dan tak pernah lagi pudar ketika kita mengarungi 11 bulan kita di luar ramadhan. Posisi kita mungkin sebagai ‘pasukan’ dalam organisasi kita atau mungkin juga ada yang menjadi ‘panglima’nya maka jadilah sebaik-baik pasukan dan sebaik-baik panglimanya. Yang paling bertaqwa di hadapan Allah. sehingga apa yang kita cita kan tentang hidup dalam kemulian islam atau mati sebagai syuhada itu dapatlah kita raih. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allahumma balligna ramadhan.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-4012441565824509325?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/4012441565824509325/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=4012441565824509325' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/4012441565824509325'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/4012441565824509325'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/09/membekaslah-ramadhan-ku.html' title='MeMbeKasLaH RaMaDHaN kU'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-7679910774631273229</id><published>2009-05-25T10:15:00.013+08:00</published><updated>2011-11-01T13:32:39.189+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>pAk TuA</title><content type='html'>Setelah seharian mengikuti baksos di dua tempat berbeda. Dari pagi sampe malam. Dan disaat semua pasien telah diperiksa dan bersiap-siap untuk pulang. Ternyata ada lagi pasien yang keluarganya datang ke posko meminta agar kami kerumahnya. Disana ada yang sakit dan kondisinya yang tidak memungkinkan untuk datang di tempat pemeriksaan kesehatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya dan k syarif (sdh dokter mi tawwa) yang langsung ke rumah pasien. Ada seorang bapak yang tergeletak lemah di atas tempat tidurnya. Kakinya lumpuh sebelah. Tak bisa lagi dia gerakkan. Tubuhnya kurus kering kerontang, sampai kau dapat melihat jelas tulang-tulang rusuknya. Hei, ada tattoo kelelawar di sebagian besar dadanya. Terbentang. Di lengan kanannya juga ada. Beberapa luka bekas jahitan pun menghiasi tubuhnya. Si ibu yang mungkin sempat melihat tatapanku yang sedikit aneh, langsung menjelaskan. “Bapak dulu punya kebiasan buruk, suka mabok dan perokok berat. Dia termasuk orang yang ditakuti disini karena suka sekali berkelahi. Mungkin karena dulu begitu sekarang mi baru muncul akibatnya”.&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika sy memeriksa tekanan darahnya, ya Allah… terasa sekali bahwa orang ini seperti tulang yang terbungkus kulit. Kurus sekali. Orang yang dulunya ditakuti dan punya kuasa, Tapi jika kau melihatnya sekarang, dia sudah tak berdaya. Hanya menghabiskan waktunya diatas pembaringannya.&lt;br /&gt;Kebutuhannya pun bergantung dengan orang lain. Begitu mudahnya Allah membalikkan sebuah keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pak tua itu terkena TBC yang sudah parah. Dan sedang menjalani pengobatan. Dia mengeluh sudah banyak dan lama meminum obat tapi dia tak kunjung sembuh. Ada tatapan kekecewan yg dia pancarkan lewat kedua matanya. “Tak perlu lagi obat itu! Saya masih tetap tidak bisa berdiri”. Keluhnya dengan bahasa yang tidak terlalu jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau melihat kondisinya, Tidak ada lagi yang bs dilakukan untuk memulihkan kondisi bapak ini seperti semula. Obat-obatan yang ada hanya bisa membantu untuk mengurangi penderitaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena obatnya masih ada dari puskesmas. Obat tbc yang diberikan Cuma2 oleh pemerintah. K syarif hanya memberikan semangat kepada itu bapak. Memberikan harapan. Bahwa insya Allah sakit yang di derita sekarang ini, jika dihadapi dengan kesabaran akan menjadi segala penghapus dosa yang lalu. “Jangan pernah menyerah Pak! karena Allah juga menilai pahala atas kesungguhan bapak untuk sembuh, tetap diminum obatnya pak!”. Ujar k’ syarif sambil menggenggam tangan bapak itu. Erat. Sepertinya ingin mengalirkan semangat baru kepada bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kulihat binar matanya,seolah menyimak dengan baik saran dari dokternya ini. ada juga sinar penyesalan disana. Mungkin mendengar kata dosa dan pahala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ah saya langsung membayangkan keadaan diri, bagaimana kalo ini menimpa diriku. Terbaring lemah tak berdaya. Disaat-saat menjelang ajal sedang bekal untuk akhirat masih sangat jauh dari cukup.&lt;br /&gt;Harus seperti itukah dulu kondisi kita baru akan tersadar ? apakah penyesalan itu memang selalu berada di akhir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepadaMu seluruh kebaikan yang telah ada maupun yang akan ada. Kebaikan yang telah kuketahui dan kebaikan yang belum kuketahui. Dan aku berlindung kepadaMu dari seluruh keburukan yang telah datang maupun yang akan datang. Keburukan yang telah kuketahui dan yang belum kuketahui. Dan aku memohon surgaMu dan apa-apa yang bisa mendekatkan kepadanya, baik ucapan maupun perbuatan. Aku berlindung kepadaMu dari api neraka dan apa-apa yang mendekatkannya, baik dari ucapan maupun perbuatan”. (h.r. Al Hakim, dari Aisyah)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-7679910774631273229?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/7679910774631273229/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=7679910774631273229' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7679910774631273229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7679910774631273229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/05/pak-tua.html' title='pAk TuA'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-562167083801833909</id><published>2009-03-14T06:53:00.013+08:00</published><updated>2011-11-01T13:26:31.547+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>TeNtANG KesENdiRiAn (LaGi)</title><content type='html'>Manusia diciptakan sebagai makhluk individu dan makhluk social. Memang fitrahya seperti itu. Kita tidak bisa hidup sendiri karena kita adalah makhluk social yang perlu adanya kerjasama dan interaksi. Tapi sisi individualistic itu kadang juga mendominasi kita. Bahwa ada saat dimana kita merasa nyaman dengan kesendirian kita. Menikmati kesendirian dengan ditemani buku dan secangkir coklat panas misalnya, atau mencari inspirasi di tepi pantai seorang diri, atau mengerjakan sebuah tugas dan menikmatinya sendiri sampai tugas itu rampung. Kesendirian seperti ini adalah kesendirian yang sangat kita butuhkan disaat-sat tertentu. Kesendirian yang dengannya kita merasa nyaman di sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Dalam mengarungi hidup ini, tidak selamanya nyaman kan? Selalu saja ada Benturan-benturan yang menghiasinya. Dari benturan-benturan inilah sebenarnya kita sedang menempa seperti apa karakter kita. Benturan itu adalah ujian yang kebanyakan tidak membuat kita nyaman dengannya, menyita perhatian, menguras tenaga dan butuh perjuangan untuk mengatasinya. Rosulullah pernah bersabada, sesungguhnya kesabaran itu ada pada benturan yang pertama. Jadi jika sejak awal benturan itu menghampiri telah kita sambut dengan kesabaran maka setelah itu semuanya akan bisa kita lewati, itu yang saya pahami dari hadis Rosulullah tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kalanya kita memang perlu menyendiri sekedar untuk berhenti sejenak. Dari segala penat, kegelisahan, keraguan dan dari kelemahan yang hadir. Untuk mengambil nafas, mengumpulkan kekuatan kemudian kembali melanjutkan perjuangan. Seperti ketika kita pergi mukhoyyam (berkemah di atas gunung) memanggul corel yang berat untuk longmarch (perjalanan jauh) dengan medan yang berat. Medan terjal dan mendaki membuat beban yang dipikul seakan semakin berat, disaat-saat seperti itulah perlu sejenak kita berhenti, menarik napas dalam-dalam, meregangkan otot agar mendapat kekuatan baru untuk mengangkat beban hingga sampai ke tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fase kesendirian pernah dialami Rosulullah, para Nabi, Sahabat, dan orang-orang besar lainnya. Bagi mereka sesungguhnya kesendirian itu bukanlah duka maupun kesedihan. Kesendirian orang-orang besar dalam sejarahnya justru merupakan tahap pemunculan keistimewaan dan keunikan yang berbeda dibanding orang-orang pada zamannya. Inilah yang saya coba menyebutnya dengan kesendirian yang menghidupkan. Kesendiriaanya melahirkan sebuah kesadaran dan ‘kehidupan’. Kesendiriannya adalah sebuah awal dari karya-karyanya, karena di dalam ruang kesendirian itu ia mencoba merenungi, menganalisa dan mencari solusi dan kemudian melakukan perubahan kearah yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian yang menghidupkan dicontohkan oleh Rosulullah saw. Lihat lah Ketika mekkah diguncang prahara kejahilian, ketika kondisi masyarakatnya sudah semakin dibutakan dengan kesyirikan, ketika nilai-nilai kemanusian tidak lagi dipedulikan, ketika tidak ada yang bisa memberikan solusi untuk memperbaiki semua itu, ketika itulah Rosulullah saw, menyendiri di gua hira, Mendekatkan diri kepada pencipta semesta raya mencari jawaban atas kegelisahan yang dirasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian yang menghidupkan itu bisa datang dalam bentuk cobaan dan siksaan sebagaimana beberapa kisah ulama yang dalm kesendiriaanya tetap membela agama ini. Yang disaat banyak orang yang telah menyimpang dan keluar dari koridornya. Dia tetap berada dalam aqidahnya yang lurus. Sendiri berjuang karena kegetiran dan kepengecutan dari banyak orang. Maka sejarah telah mencatat nama-nama mereka, mengabadikan kisah mereka untuk terus menjadi inspirasi bagi generasi setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lihatlah kisah Yusuf bin Yahya Al-Buwaithi, iya adalah lelaki saleh murid imam Syafi’i. Dizamannya terjadi penyimpangan pemahaman bahwa alquran adalah makhluk. Sebuah doktrin baru yang aneh dan menyimpang, yang kita kenal dalam sejarah islam sebagai fitnah mu’tazilah tentang alqur’an adalah makhluk. Dia pun disiksa karena tidak mau mengakui bahwa alquran adalah makhluk. Dia dipaksa pergi dari mesir ke iraq dengan siksaan yang mungkin hanya dirinya yang sanggup memikulnya. Dilehernya dikalungi besi, kakinya diikat, antara kalung di leher dan besi di kaki itu masih diikat lagi dengan rantai besi. Orang-orang memintanya agar menyerah saja. Tetapi dengan tegas ia mengatakan. ”Dibelakangku, ada ratusan ribu orang yang tidak mengerti arti semua ini”. Dia memahami betul bahwa betapa ia harus berjuang melawan rasa sakit, dan mungkin saja kematian yang terasa sangat dekat dalam kondisi seperti itu. Ia memutuskan untuk bertahan dalam kesendiriannya yang melelahkan itu di tengah ratusan ribu orang yang ramai dengan ketidakmengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalagi kisah yang lebih luar biasa yang diceritakan oleh baginda Rosul saw tentang seorang pemuda di zamannya yang semula dipersiapkan oleh sang raja untuk menjadi ahli sihir tetapi dia lebih tertarik belajar pada seorang ahli ibadah tentang aqidah yang lurus dan akhirnya dia pun menjadi seorang yang benar aqidahnya. Singkat cerita dia pun dihukum oleh sang raja dan diperintahkan untuk meninggalkan agama tauhid itu. Tapi dia tetap bertahan dengan keyakinannya. Sebagaimana gurunya yang telah dibunuh dengan cara di gergaji dari kepala hinggah terbelah kedua badannya. Sang raja memerintahkan pengawalnya untuk untuk membunuh pemuda itu dengan cara dilempar dari atas gunung, di tenggelamkan di dasar laut tapi tetap saja tidak berhasil dan malah pemuda itu datang sendiri ke sang raja untuk kembali menghadap siap menerima hukuman apa yang akan di dapat selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan rasa heran Raja bertanya lagi kepadanya, “Bagaimana keadaan orang-orang yang membawamu?” Pemuda itu menjawab, “Allah telah menyelesaikan urusan mereka”. Ia melanjutkan, “Engkau takkan dapat membunuhku kecuali jika Engkau menuruti perintahku. Dengan itu, Engkau akan dapat membunuhku” “Apakah perintahmu?”, tanya Raja. Pemuda itu menjawab, “Engkau kumpulkan semua orang di suatu lapangan, lalu Engkau gantung aku di atas tiang. Kemudian ambillah anak panah milikku ini, letakkanlah di busur panah dan bacalah, “Dengan nama Allah, Tuhan pemuda ini..” Lalu lepaskanlah anak panah itu, dengan itu Engkau dapat membunuhku”. Akhirnya semua usul pemuda itu dilaksanakan oleh Raja dan ketika anak panah telah mengenai pelipis pemuda itu ia mengusapnya dengan tangannya dan langsung mati. Maka semua orang yang hadir berkata, “Kami beriman kepada Tuhan pemuda itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah kawan yang saya maksud dengan kesendirian yang menghidupkan!!!. Wallahu’alam. &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-562167083801833909?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/562167083801833909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=562167083801833909' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/562167083801833909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/562167083801833909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/03/tentang-kesendirian-lagi.html' title='TeNtANG KesENdiRiAn (LaGi)'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-8542975971173239008</id><published>2009-02-16T23:22:00.001+08:00</published><updated>2009-02-16T23:26:47.862+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='wanna says'/><title type='text'>KeLuaRgA BarU</title><content type='html'>Bayi mungil itu lahir. Tangisnya terdengar nyaring. Seketika lenyap gelisah sang ayah yang menanti kelahirannya sejak tadi. Rasa sakit si ibu pun segera terobati seolah telah diberi analgesia paling ampuh sedunia.&lt;span class="fullpost"&gt;Titik air mata itu jatuh juga. Bukan karena sakit, tapi karena bahagia. Hari yang dinanti itu telah tiba. Penantian 9 bulan lebih. Penantian yang terobati setelah mendengar tangis bayi mungil itu. Selamat buat akh iswan dan istri yang baru saja mendapatkan buah hati tercintanya. 15 februari 2009 di rumah sakit Pertiwi Makassar.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-8542975971173239008?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/8542975971173239008/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=8542975971173239008' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/8542975971173239008'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/8542975971173239008'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/02/bayi-mungil-itu-lahir.html' title='KeLuaRgA BarU'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-3696614521464709960</id><published>2009-02-14T11:21:00.004+08:00</published><updated>2011-10-31T17:00:02.169+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>KeSenDiRiaN : ANtaRA MeMBunUH daN MenGHiduPKan</title><content type='html'>&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_3C2M1C05Lt0/SZY8i3oiuRI/AAAAAAAAADY/ppJ37aEo-64/s1600-h/alone_in_park.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5302492181022554386" src="http://2.bp.blogspot.com/_3C2M1C05Lt0/SZY8i3oiuRI/AAAAAAAAADY/ppJ37aEo-64/s320/alone_in_park.jpg" style="cursor: pointer; float: left; height: 320px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 206px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Perasaan sendiri terkadang tiba-tiba saja menghinggapi kita. Saat kesendirian bisa saja berarti secara fisik kita sendiri atau secara psikologi kita merasa tidak ada lagi yang perhatian sama kita atau merasa tak nyaman ditengah keramaian. Dan kadang kesendirian itu menjadi pilihan kita. Nah kensendirian yang menjadi pilihan inilah yang saya bilang mungkin saja bisa membunuh dan menghidupkan.&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesendirian yang membunuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh kasusnya seperti ini Ada saat dimana saya ingin menjauh dari segala hiruk pikuk dunia ini, ingin berlari dari semua masalah yang seolah tak pernah bosan untuk berkunjung, ingin menghapus semua penat di jiwa. Merasa kecewa mendapati keadaan yang jauh dari harapan atau idealisme saya. Ingin lepas dari semua amanah dan beban yang terasa tak sanggup lagi untuk dipikul, sebenarnya bukan tidak sanggup lagi dipikul, tapi lebih pada perasaan kecewa bahwa kenapa beban itu terasa saya sendiri yang menanggungnya (padahal cuma perasaan ku ji!!!). Diam dalam kesendirian menjadi pilihan. Mencoba menghindar dan tidak mau lagi peduli, terkesan melarikan diri. Semuanya dilakukan agar bisa menenangkan diri. Atau memilih kesendirian agar berharap bisa memutuskan untuk mengakhiri semuanya. Disaat-saat seperti inilah kesendirian itu bisa saja mulai ‘membunuh’ ku secara perlahan. Membunuh semangat ku, membunuh ghiroh dan segala apa yang membuat saya tetap menapaki jalan ini. Membuat langkah terhenti!!! Dan bahkan bisa saja langkah itu mulai menjauh dari koridornya dan akhirnya hilang entah kemana, naudzubillah…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di saat seperti ini, di saat kita terhenti dan memilih untuk menyendiri. Kesendirian yang membunuh! Maka datanglah segala macam alasan ‘pembenaran’ itu. “sudah mi deh, capek ma”, “edede sudah saatnya saya memikirkan diriku”, “ah.. banyak ji orang nanti gantikan ka”, “kenapa cuma saya sendiri yang kerjakan ini, mana kah yang lain?”, dan sebagainya, kata-kata yang semakin melemahkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perasaan seperti ini pernah saya rasakan bahkan sangat sering malah. Saat saya merasa telah melakukan banyak hal. Padahal sebenarnya kalo dipikir-pikir lagi, ah.. apalah semua yang sudah saya kerjakan. Tentu masih belum ada apa-apanya. Teringat kata seorang senior saya waktu SMA, “jangan sampai antum merasa ada dimana-mana, terlihat dimana-mana, Tapi dimana-mana antum tidak dianggap. Karena ada tidak nya antum sama saja, Cuma datang untuk menyetor diri. Tapi keberadaan antum tidak dirasakan manfaatnya”. Astagfirullah…..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka berhati-hatilah jika kesendirian seperti ini sedang menimpamu kawan. Jangan engkau menjauh dari saudaramu, menghindar dan akhirnya engkau terpisah dari mereka. Disaat-saat lemah seperti ini seharusnya engkau semakin dekat dengan mereka, semakin dekat dengan saudara-saudara mu, meminta taujih agar bisa keluar dari perasaan-perasaan seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rosullullah pernah mengumpamakan kepada kita bahwa Sesungguhnya syaitan itu serigala kepada manusia, sebagaimana serigala terhadap kambing. Dia akan dengan mudah menangkap mana-mana yang jauh dan terpencil. Maka janganlah kamu memencilkan diri dan hendaklah kamu berjamaah dan mencampuri orang ramai serta menghadiri masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu obat hati itu adalah berkumpul dengan orang-orang sholeh karena dengan begitu kita dapat merasakan semangatnya, merasakan sinar kesholehan, merasakan aura perjuangan untuk mewujudkan cita-cita mulia itu. Bahkan akan kau dapatkan itu hanya dengan menatap wajahnya…. !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti waktu itu, sore yang diguyur hujan saat DS, perasaan malas pun menghinggapi dan ada langkah berat yang terayun karena benih-benih ketidak ikhlasan itu mulai menggerogoti. Tapi ketika melihat 2 orang ummahat yang menggendong anaknya sambil DS di tengah guyur hujan, dengan wajah yang terlihat lelah tapi ada keikhlasan disana, maka saat itu juga seakan aura itu mengalir ke tubuhku mengusir segala kemalasan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika perasaan kesendirian itu mulai melemahkan kita mungkin ibarat Seperti cahaya lilin yang mulai redup dan sebentar lagi akan mati, cobalah terus untuk menjaga cahaya itu. Awalnya mungkin akan susah, karena dia begitu rapuh digoyang angin kesana kemari. Hampir padam. Disitulah ujiannya kawan. Bagaimana kita menjaga agar cahaya itu tetap menyala mengusir gelap. Awalnya dia hanya bisa menyinari dirinya sendiri, lingkungan sekitarnya, kemudian sedikit demi sedikit terang menjadi seperti cahaya bulan  tapi cahaya itu masih meminjam cahaya mentari. Berusahalah terus hingga cahaya itu seperti mentari yang semakin orang mendekat kepadamu semakin cahaya itu terang benderang. Dan akhirnya cahayamu itu bisa menghidupkan, menghidupkan cahaya-cahaya yang sama seperti mu dulu yang tadinya juga mulai meredup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, Kesendirian yang membunuh adalah kesendiran yang dengannya kita semakin lemah dan akhirnya membuat kita terhenti, terhenti dari jalan mulia ini, jalan dakwah!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu’alam bishowab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;To be continue Kesendirian yang menghidupkan&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-3696614521464709960?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/3696614521464709960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=3696614521464709960' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/3696614521464709960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/3696614521464709960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/02/kesendirian-antara-membunuh-dan.html' title='KeSenDiRiaN : ANtaRA MeMBunUH daN MenGHiduPKan'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_3C2M1C05Lt0/SZY8i3oiuRI/AAAAAAAAADY/ppJ37aEo-64/s72-c/alone_in_park.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-6426114850276190098</id><published>2009-02-02T08:16:00.008+08:00</published><updated>2011-11-01T13:31:17.148+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='InsPiRiNg'/><title type='text'>AinUL MaRdiYyaH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mungkin kisah ini sudah kita tau bersama dan sering kita dengar. Tapi insya Allah akan selalu menginspirasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Syekh Abul Laits As-Samarqondi  menuturkan dari ayahnya dengan sanad dari Abdul Wahid bin Zaid, bahwa pada suatu hari, ketika kami sedang  berada di majelis dan telah siap untuk pergi berjihad, serta aku telah memerintahkan kawan-kawanku untuk berangkat pada hari Senin, dan di tengah-tengah majelis itu ada seseorang yang membaca ayat yang artinya “Sesungguhnya Allah SWT telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka.” (QS. At- Taubah: 111).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tiba-tiba ada seorang pemuda yang berusia kurang lebih 15 tahun dan telah ditinggal syahid oleh ayahnya serta mempunyai warisan harta yang cukup banyak. Ia berkata, “Wahai Abdul Wahid, sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberi surga untuk mereka,”  Aku berkata,  “Benar, wahai sayangku.”  la berkata kepadaku, “Wahai Abdul Wahid, aku persaksikan kepadamu, bahwa aku telah menjual diri dan hartaku untuk mendapatkan surga.” Aku berkata kepadanya, “Sesungguhnya tikaman pedang itu sangat sakit sedangkan kamu masih sangat muda. Aku khawatir kamu tidak akan tabah dan manjadi lemah dalam berjual beli itu.” la berkata kepadaku, “Wahai Abdul Wahid, pantaskah jika aku berjual beli dengan Allah lalu aku menjadi lemah? Aku persaksikan kepadamu, bahwa aku benar-benar akan berjual beli dengan Allah.”&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Abdul Wahid berkata, “ Aku merasa malu, karena ia yang kami anggap sebagai anak kecil itu mampu berbuat seperti itu, sedangkan kami tidak bisa melakukannya.” Anak muda itu lalu menafkahkan semua  hartanya kecuali kuda, pedang, dan sekadar bekal yang akan dibawanya untuk maju ke medan Jihad.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Pada hari Senin yang telah ditentukan, anak muda itu adalah orang yang pertama kali datang kepada kami dan mengucapkan,” Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh, wahai Abdul Wahid.” Aku menjawab, “Wa’alaikassalaamu warahmatullaahi wabarakaatuh. Semoga kamu beruntung dalam berjualan.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Kemudian kami berangkat dan selama ia bersama kami,ia selalu berpuasa pada siang hari, melayani kami, menggembalakan binatang-binatang kami, dan menjaga kami jika kami tidur,hingga kami sampai ke negeri  Rum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Pada suatu hari, ia datang sambil berkata, “Betapa rinduku pada  Ainul Mardhiyah.” Karenanya teman-temanku mengatakan, bahwa mungkin ia sedang terganggu syarafnya atau sedang stress, sampai ia dekat dengan kami dan berkata, “Wahai Abdul Wahid, aku tidak sabar lagi, aku sangat rindu kepada  Ainul Mardhiyah.” Aku berkata kepadanya, “Wahai sayangku, siapakah yang kamu maksud dengan  Ainul Mardhiyah itu?” la menjawab, “ Aku baru saja tidur dan bermimpi seolah-olah ada seseorang yang datang kepadaku lalu mempertemukan aku dengan  Ainul Mardhiyah, lantas aku dibawa kesuatu taman di tepi sungai yang airnya jernih sekali dan di sana banyak gadis yang cantik rupawan memakai perhiasan yang tidak bisa aku gambarkan dengan kata-kata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Ketika mereka melihatku. mereka menyambutku dengan suka cita seraya berkata, “Inilah suami  Ainul Mardhiyah sudah datang.” Aku lalu mengucapkan salam sambil bertanya, “ Apakah kamu yang bernama   Ainul Mardhiyah?”  Mereka menjawab, “Bukan, kami hanya pelayan dan pesuruhnya. Silakan berjalan terus.” Aku meneruskan perjalanan, dan di situ ada sungai susu yang rasanya tidak pernah berubah, di tengah-tengah taman yang juga dipenuhi oleh gadis-gadis yang sangat cantik. Sewaktu aku melihat mereka, aku sangat terpesona pada kecantikannya. Sewaktu mereka melihatku, mereka menyambutku dengan suka cita dan berkata, “Demi Allah, inilah suami Ainul Mardhiyah telah datang di hadapan kami.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Aku mengucapkan salam untuk mereka sambil bertanya, ” Apakah kamu yang bernama  Ainul Mardhiyah?’ Mereka menjawab salamku dan berkata, “Wahai kekasih Allah, kami adalah pelayan dan pesuruh-pesuruhnya. Silakan berjalan terus. “ Aku meneruskan perjalanan, dan di situ ada sungai  yang lain, yang airnya berupa anggur di suatu lembah yang juga dipenuhi oleh gadis-gadis yang cantik jelita, sehingga aku lupa terhadap kecantikan mereka yang telah aku lewati sebelumnya. Aku mengucapkan salam kepada mereka dan berkata, “ Apakah kamu yang bernama  Ainul Mardhiyah?” Mereka menjawab,”Bukan, kami adalah pelayan dan pesuruhnya. Silahkan berjalan terus.” Aku meneruskan perjalanan, dan di situ ada sungai madu serta ada taman yang dipenuhi oleh gadis-gadis yang sangat cantik, sehingga aku lupa terhadap kecantikan mereka yang baru saja telah aku lewati . Aku mengucapkan salam kepada mereka dan bertanya,” Apakah kamu yang bernama  Ainul Mardhiyah?” Mereka menjawab, “Wahai kekasih Dzat Yang Maha Pemurah, kami hanyalah pelayannya. Silakan berjalan terus, kau pasti akan bertemu dengan Ainul Mardhiyah.” Aku meneruskan perjalanan lalu aku melihat ada sebuah tenda besar yang terbuat dari permata. Di pintu tenda itu ada seorang gadis cantik yang memakai beraneka macam perhiasan yang tidak bisa aku lukiskan. Ketika ia melihatku, ia langsung menyambutku dengan suka cita dan berkata, “Wahai  Ainul Mardhiyah, ini suamimu telah datang.” Aku lalu mendekati tenda itu dan masuk ke dalamnya. Di situ aku lihat seorang gadis yang sangat cantik jelita sedang duduk di atas tempat tidur yang terbuat dari emas bertahtakan permata dan berlian.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Begitu aku melihatnya, aku langsung terpesona dan terpikat. La berkata, “Selamat datang, wahai kekasih Dzat Yang Maha Pengasih, saat perjumpaan kita telah dekat.”  Aku lalu mendekatinya , akan tetapi ia berkata, “Tunggu dulu, belum saatnya kamu mendekatikuu karena kamu masih hidup di dunia. Akan tetapi, insya Allah nanti sore kita akan bersama di sini.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Setelah itu aku bangun  wahai Abdul Wahid, dan aku sudah tidak sabar lagi untuk bertemu dengannya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Abdul Wahid lalu berkata, “Belum selesai kami berbicara, tiba-tiba pasukan musuh datang menyerang, maka kami pergi menyerangnya dan ia pun berada bersama kami.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Aku menghitung, ada sembilan musuh yang dibunuh olehnya, dan ia pun akhirnya terbunuh musuh dan syahid dijalan-Nya.  Aku segera mendekati jasadnya yang berlumuran darah, dan ia tampak tersenyum sewaktu meninggal dunia.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Semoga dengan izin Allah ia telah bertemu dengan Ainul Mardhiyah…Dambaan setiap Mujahid…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Syekh Abul Laits As-Samarqondi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;kisah yang selalu saja memberi semangat baru buat saya ketika membacanya. Dan selalu saja pertanyaan itu hadir,  Sudahkah saya menjadi mujahid yang pantas dirindukan Ainul Mardiyyah?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Ya Allah, jangan kau jadikan kami seperti orang-orang yang mengaku berjuang di jalanMu tapi justru Engkau hinakan dan Engkau campakkan ke dalam nerakaMu. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost" style="font-family: arial;"&gt;Yang selalu belajar untuk menjadi Mujahid&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-6426114850276190098?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/6426114850276190098/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=6426114850276190098' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6426114850276190098'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/6426114850276190098'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2009/02/ainul-mardiyyah.html' title='AinUL MaRdiYyaH'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3754722648080084941.post-7382239819646231587</id><published>2008-12-13T01:32:00.008+08:00</published><updated>2011-10-31T16:59:35.539+08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='share'/><title type='text'>Melepas 3 Ikatan Setan</title><content type='html'>&lt;div style="font-family: arial; text-align: justify;"&gt;Sejak dini hari tadi, hujan terus turun membasahi bumi. Sayup-sayup terdengar suara azan seakan tersamarkan oleh rintik derai hujan yang menimpa atap seng dan dedaunan pohon.  Kebanyakan mereka masih memilih tetap berada di atas kasurnya yang hangat dengan selimutnya. termasuk aku. butuh perjuangan keras untuk bisa melawan rasa malas itu.&lt;br /&gt;tidak, aku tidak mau melalui hari ini dengan 3 ikatan setan masih melekat di tubuhku. seperti seekor hewan ternak yang diikat hidungnya, kemanapun ditarik dia akan mudah mengikuti.&lt;br /&gt;segera ku sebut nama Allah dan mengucapkan syukur doa bangun tidur, semoga satu ikatan itu terlepas. kulangkahkan kaki mengambil air wudhu, ikatan kedua itu pasti terlepas. segera ku dirikan sholat, berharap semua ikatan itu terlepas.   &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah Saw bersabda, "Setan      memasang alas kepala sebanyak tiga ikatan di antara kamu bila tidur. Pada      setiap satu ikatan terpasang kalimat 'Bagimu malam yang panjang, maka tidurlah'.      Bila dia terbangun dan berdzikir kepada Allah, maka lepaslah satu ikatan;      jika ia berwudhu, maka lepaslah satu ikatan lagi; dan bila ia melakukan shalat,      maka lepaslah ikatan talinya. Karena itu, ia akan memiliki jiwa yang bersemangat      (untuk beribadah pada waktu berikutnya). Dan bila tidak (bangun), dia akan      mengalami kekotoran jiwa dan malas (beramal). (HR. Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;kawan, kemalasan kita saat ini, mungkin karena kita memulainya dengan kemalasan itu juga. maka ku beritahukan padamu kawan, cobalah memulai hari ini dengan semangat untuk mempersembahkan amalan terbaik kita kepada Allah swt. Qiyamullail, subuh berjamaah, dzikir pagi hari (almatsurat) dan tilawah alquran adalah modal kita untuk mengawali hari yang penuh berkah, insya Allah.    &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3754722648080084941-7382239819646231587?l=tamanmenulis.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/feeds/7382239819646231587/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=3754722648080084941&amp;postID=7382239819646231587' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7382239819646231587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3754722648080084941/posts/default/7382239819646231587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tamanmenulis.blogspot.com/2008/12/melepas-3-ikatan-setan.html' title='Melepas 3 Ikatan Setan'/><author><name>taman</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03851276785898815569</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='31' height='21' src='http://4.bp.blogspot.com/-TUwv-717-vU/TrH592zxLHI/AAAAAAAAAGc/A6WScD_0Rsw/s220/taman22.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
