Siang kemarin menyempatkan diri untuk menjenguk saudaraku Recca yang sedang di rawat di ruang palem RSWS. Waktu pulang sempat bertemu dengan guru-guru SMA ku yang juga mau menjenguk Recca. ku llihat dari kejauhan mereka sedang bingung mencari kamar Recca. Sy pun menghampiri menyapa dan memperkenalkan diri kalo saya adalah muridnya dulu waktu di sma 5 makassar sambil mengantar mereka ke kamar yg di cari. sebagian masih mengenal ku, sebagian sepertinya guru baru.
Teman ku pernah bercerita kepadaku, kalo ibunya adalah seorang guru. Dan kata ibunya, setiap guru itu akan sangat bahagia jika diluar sana, ketika di jalan, di rumah sakit, di pasar, ato dimana saja ada yang menyapanya dan memperkenalkan diri sebagai muridnya dulu. Apapun keadaan sang ‘mantan’ murid itu saat ini, tukang sapu jalan kah, cleaning service kah, profesi dokter kah, ato pengusaha sukses, tetap saja sapaan itu adalah penghargaan yang sangat menyanjung. Itulah mungkin bentuk tanda jasa yang bisa kita sematkan padanya.
Jadi kawan, jika ada momen2 dimana kau bertemu dengan guru-gurumu maka sapalah mereka. Dan akan kau lihat semburat kebahagian yang hadir di wajah mereka. Dan pasti pertanyaan selanjutnya adalah tentang dirimu, dan jika dirimu saat itu datang dengan pakaian kesuksesan dengan sederet prestasi maka akan bertambah bahagia mereka melihat muridnya telah menjadi “sesuatu” :D.
Dan seperti itu yang saya lihat kemarin. dan ingin menulis ini buat mu kawan agar kita tidak pernah lupa pada guru-guru kita. Masih teringat dengan jelas kan wajah guru-guru ta waktu di TK dulu, di SD, SMP, SMA sampai dosen2 kita. Guru-guru kita dalam “lingkaran’ kecil, guru-guru kita dalam diskusi-diskusi, guru-guru kita dalam perjlan waktu kt di dunia. Dan bersemangatlah untuk jadi seperti mereka karena pekerjaan sebagai guru adalah pekerjaan mulia. Yang pahalanya terus mengalir walau jasad kita telah bebujur kaku di liang lahat yang sempit.
Thursday, April 5, 2012
ePisOde TuKaNg BeCak DaLAm PeNanTiAn
dari tadi jari-jari ini ingin menari diatas tuts2 keyboard laptop, merangkai kata membentuk kalimat hingga jadi sebuah tulisan.
mungkin tentang hiruk pikuk bbm yang masih saja ramai diperbincangkan walaupun harganya ditunda untuk dinaikkan, tentang nasib PKS dalam koalisi atas sikapnya pada paripurna kemarin yg dikomentari para pengamat politik intelek yg berskala nasional sampai pengamat tingkat warkop yg berskala RT, ato tentang dukungan pada pilkada gubernur sulsel?
kali ini biarlah tulisan ini yang ringan-ringan saja. tentang seorang daeng becak yang sempat saya berbincang dengannya ketika sedang menunggu kedatangan seorang kawan. episode prasangka baik kepada Allah Tuhan semesta alam. aku bertanya padanya tentang keluarganya. pertanyaan sederhana, "berapa anak ta daeng?" dari situlah dia bercerita tentang kisahnya, yang bagi ku luar biasa.
mungkin tentang hiruk pikuk bbm yang masih saja ramai diperbincangkan walaupun harganya ditunda untuk dinaikkan, tentang nasib PKS dalam koalisi atas sikapnya pada paripurna kemarin yg dikomentari para pengamat politik intelek yg berskala nasional sampai pengamat tingkat warkop yg berskala RT, ato tentang dukungan pada pilkada gubernur sulsel?
kali ini biarlah tulisan ini yang ringan-ringan saja. tentang seorang daeng becak yang sempat saya berbincang dengannya ketika sedang menunggu kedatangan seorang kawan. episode prasangka baik kepada Allah Tuhan semesta alam. aku bertanya padanya tentang keluarganya. pertanyaan sederhana, "berapa anak ta daeng?" dari situlah dia bercerita tentang kisahnya, yang bagi ku luar biasa.
Wednesday, December 14, 2011
DiViNG @ BuNaKEn
Mencoba hal-hal yang baru bagi ku adalah sesuatu yang sangat menyenangkan. Membawa banyak kejutan-kejutan yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Yang nantinya memberikan pengalaman baru untuk bisa ku ceritakan. Kau tahu kawan banyak hal di dunia ini yang sayang sekali untuk tidak kita coba, ato tempat2 indah yang seharusnya bisa kita tinggalkan jejak di sana. Belum lagi kuliner2 yang begitu menggoda selera. Mengenal budaya yang beraneka ragam yang mempesona. Itulah kawan yang selalu membuatku ingin bertualang, mengunjungi banyak tempat dan mencicipi berbagai makanan. sekaligus merealisasikan salah satu firman Allah SWT, "Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung" [QS 62: 10]
Baiklah kawan kali ini aku ingin berbagi pengalaman baru ku, MENYELAM (DIVING). Sejak dulu aku sudah sangat2 penasaran dengan dunia bawah laut. Setiap kali melihat di TV program petualangan yang merekam tentang keindahan bawah laut selalu ada besitan di hati, suatu saat aku juga akan melakukannya. Nah November kemarin aku berkesempatan untuk melakukannya. Tepatnya tgl 13 November 2011 di Bunaken-Manado.
Berawal dari undangan seorang teman, dr. Fachrul Rizal Ayyub yang akan melangsungkan pernikahannya di tanggal yang spesial (11.11.11) dengan orang yang spesial juga tentunya bagi hatinya dr. Melisa Mawar lapepo. Maka saya bersama sahabatku Irwan, memutuskan untuk ke Manado, menghadiri undangan pernikahan + menjadi panitia tambahan segaligus membawa agenda terpendam, Diving at Bunaken.
Awalnya adalah konsep Backpacker dari nginap sampai mission complete. Tapi ternyata Fachrul membuat semuanya menjadi lebih menyenangkan hotel dan akomodasi semua di tangkisnya. Hehehe.... setelah akad nikah yang bersahaja itu terlaksana di Bitung (kira-kira 2 jam naik bis dari kota manado) dan saya berperan sebagai fotografer dadakan yang berlagak profesional. perjalanan dilanjutkan ke kota Manado untuk menggelar acara Resepsi pernikahan yang elegan. Nah lagi-lagi aku pun berlagak seperti fotografer profesional –harus toh, ini namanya memperbaiki mindset kita (apapun peran mu maka kerjakan sebagaimana layaknya sang ahli)-
Monday, October 31, 2011
StAsioN KeNAngAn
Kawan, apakah pernah dirimu sedang berjalan-jalan, di mall misalnya, melewati sebuah tempat dan tiba-tiba saja kau seolah kembali ke suatu masa yang mengingatkan mu akan sebuah momen di tempat itu? Atau saat kau sedang makan sesuatu dan seketika itu terbayang seseorang yang senang sekali dengan makanan yang sedang kau makan. Atau misalnya perihal warna yang mengingatkan mu pada seseorang, karena dia sangat identik dengan warna itu. Warna hijau misalnya :D. Atau temanmu yang suka mengoleksi pajangan berbentuk lumba-lumba, jika melihat yang seperti itu tidakkah kau ingat padanya???
Itulah dia kawan hal yang mungkin saja sebagai ‘tombol’ kenangan yang tersemat pada mu. Yang sewaktu-waktu tanpa kau sadari membawa mu kembali dalam ruang kenangan. Ia boleh jadi sepele tapi telah menjadi bagian yang susah untuk dilupakan begitu saja.
Itulah dia kawan hal yang mungkin saja sebagai ‘tombol’ kenangan yang tersemat pada mu. Yang sewaktu-waktu tanpa kau sadari membawa mu kembali dalam ruang kenangan. Ia boleh jadi sepele tapi telah menjadi bagian yang susah untuk dilupakan begitu saja.
NaNTi SaJa
Aku tidak tau ingin bercerita pada siapa. Tapi karena kau ada di situ biarlah aku bercerita saja padamu. Semoga saja kau mau mendengarkannya. Karena hari ini aku pengen sekali bcerita. Ini tentang seseorang, kau mgkn tidak mengenalnya. Dia berjalan dengan pakaian yang sudah lusuh, wajahnya sayu penuh debu. Menempel disana-sini. Kalo kau pernah lihat di tv, pengungsi yang kena debu merapi, seperti itu lah rupa lelaki itu. Hampir seluruh tubuhnya tertutup debu. Dia sudah berulang kali diingatkan oleh temannya. "Boy! kenapa pula tampang kau macam tu? tak seronak lah dipandang mata". "Oh iya di'. maafkan ka. sebenarnya ku tau ji diriku kotor begini. NANTI paeng ku kasih bersih kawan. kau tenang saja!" jawabnya dengan wajah serius dan suara yang sengaja di buat pelan biar terdengar kalo dia sudah terpengaruh kata temannya tadi.
SeNyUm KeBAnGGaAn
Stase obgyn di RS.WS bagi sebagian coas terasa membosankan. Mungkin karena yang dihadapi adalah kasus-kasus ginekologi + patologis yang kompetensinya memang untuk dr.SpOG. Saya termasuk dari salah satu coas yang merasa seperti itu. Perasaan bosan itu muncul mungkin karena kurang mengerti atau jarang membaca bahkan tidak tahu sama sekali tentang kasus yang dihadapi. Seperti Mengawasi pasien yang sedang dikemoterapi, penanganan tumor ovarium, ca.ovarium, tumor uterus, kista ovarium, dll, jadinya apa yang dikerja sepertinya tidak menggairahkan (cie…). Kata temanku seperti kerja bodo”, capek ji. Beda kalo di RS lain banyak kasus yang kompetensinya memang dokter umum. Tolong persalinan, jahit robekan perineum, abortus, hiperemis gravidarum, dll.
Kali ini di RS.WS, cerita tentang seorang ibu yang sedang sakit. Kalo g salah sakitnya adalah ca.endometrium. Waktu itu saya lihat di statusnya sudah perawatan hari ke XV berarti kurang lebih sudah setengah bulan dia dirawat. Sy bertugas untuk mengambil darahnya untuk pemeriksaan rutinnya. Sempat kaget karena sepertinya sudah g ada lagi tempat untuk ku mengambil darahnya. Sudah kolaps dimana-mana. Berat!!!
Sepertinya ibu ini sudah frustasi. 3 hari ini katanya selalu ditusuk tp tidak berhasil diambil darahnya. Ndak mau mi ditusuk lagi. Saya sempat segan, mau menyerah tapi akhirnya ku beranikan diri untuk mencoba sekali lagi. Dan……, seperti beberapa bidan dan teman koas 2 hari sebelumnya saya pun tidak bisa mengambil darahnya untuk di periksa. Gagal. Akhirnya menghubungi petugas lab yang sudah seharusnya menjadi tugasnya.
Kali ini di RS.WS, cerita tentang seorang ibu yang sedang sakit. Kalo g salah sakitnya adalah ca.endometrium. Waktu itu saya lihat di statusnya sudah perawatan hari ke XV berarti kurang lebih sudah setengah bulan dia dirawat. Sy bertugas untuk mengambil darahnya untuk pemeriksaan rutinnya. Sempat kaget karena sepertinya sudah g ada lagi tempat untuk ku mengambil darahnya. Sudah kolaps dimana-mana. Berat!!!
Sepertinya ibu ini sudah frustasi. 3 hari ini katanya selalu ditusuk tp tidak berhasil diambil darahnya. Ndak mau mi ditusuk lagi. Saya sempat segan, mau menyerah tapi akhirnya ku beranikan diri untuk mencoba sekali lagi. Dan……, seperti beberapa bidan dan teman koas 2 hari sebelumnya saya pun tidak bisa mengambil darahnya untuk di periksa. Gagal. Akhirnya menghubungi petugas lab yang sudah seharusnya menjadi tugasnya.
SeKeLeBAt TenTAng PerEMpuAn
Sebelumnya aku beranggapan bahwa kenapa perempuan itu selalu perlu dihargai, disayang, dijaga perasaannya hanya karena kelemahannya. lemah dari segi fisiknya dibandingkan lelaki. Karena sering ku dengar orang berkata yang senada, 'kasih ko itu tempat duduk mu. Masa nu liati ji perempuan berdiri. malu donk'. ato 'eh adek kau mo yang angkat itu barang2 nah. masa perempuan kodong yang angkat’. dsb.
Sedikit tercerahkan ketika membaca beberapa siroh. Betapa dulu sejak zaman sebelum masehi dan ketika waktu melintasi beberapa peradaban yang memimpin dunia, perempuan hanyalah dijadikan sebagai rebutan dan tak lebih dari barang hiburan. Puncaknya adalah di zaman kejahilian sebelum kenabian Muhammad saw itu menerangi dunia. Di zaman itu orang malu mempunyai anak perempuan, jika mendengar kabar kelahiran anaknya adalah perempuan, maka merah bermuram durjalah wajahnya. Dan bahkan ada yang sampai mengubur hidup2 anaknya sangking malu dirinya. Ketika perempuan itu datang masa2 haidnya mereka diasingkan jauh di luar perkampungan karena dianggap najis. Tapi ketika islam datang maka perempuan pun dimuliakan. Dipagari dengan aturan syariat agar kemuliaannya tetap terjaga. Dimuliakan karena betapa berat tugas yang diemban oleh seorang perempuan. Perempuan-perempuan mulia yang mendampingi lelaki luar biasa yang sekarang ini kehadirannya di rindukan dunia.
Sedikit tercerahkan ketika membaca beberapa siroh. Betapa dulu sejak zaman sebelum masehi dan ketika waktu melintasi beberapa peradaban yang memimpin dunia, perempuan hanyalah dijadikan sebagai rebutan dan tak lebih dari barang hiburan. Puncaknya adalah di zaman kejahilian sebelum kenabian Muhammad saw itu menerangi dunia. Di zaman itu orang malu mempunyai anak perempuan, jika mendengar kabar kelahiran anaknya adalah perempuan, maka merah bermuram durjalah wajahnya. Dan bahkan ada yang sampai mengubur hidup2 anaknya sangking malu dirinya. Ketika perempuan itu datang masa2 haidnya mereka diasingkan jauh di luar perkampungan karena dianggap najis. Tapi ketika islam datang maka perempuan pun dimuliakan. Dipagari dengan aturan syariat agar kemuliaannya tetap terjaga. Dimuliakan karena betapa berat tugas yang diemban oleh seorang perempuan. Perempuan-perempuan mulia yang mendampingi lelaki luar biasa yang sekarang ini kehadirannya di rindukan dunia.
Subscribe to:
Posts (Atom)